Jakarta Selatan – Suku Dinas (Sudin) Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan (Jaksel) melepas 154 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban, di Ruang Antasari Kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Jumat (22/5). Petugas pemeriksa dikerahkan guna menjamin kesehatan dan kelayakan hewan kurban untuk dikonsumsi.
Pada kesempatan yang sama, Sudin KPKP Jaksel juga menggelar Sosialisasi Tata Cara Pemotongan Hewan Kurban Yang Halal, Tayyib dan Ramah Lingkungan.
Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan, Mukhlisin, mengatakan, pemerintah berkomitmen memastikan bahwa pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dapat memenuhi persyaratan teknis dalam rangka menjamin daging kurban yang sesuai kriteria Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).
"Maka itu, salah satu upaya yang dilakukan adalah pelatihan dan sosialisasi tentang tata cara pemotongan hewan kurban yang halal, thoyib dan ramah lingkungan kepada panitia kurban atau Dewan Masjid Indonesia hari ini," ujarnya.
Ia berpesan, nantinya tempat pemotongan harus memenuhi persyaratan teknis dan ramah lingkungan, karena sejalan dengan adanya Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, maka dalam berkurban tetap harus meminimalisir sampah yang dihasilkan.
"Jadi, dengan adanya sosialisasi ini diharapkan panitia kurban memahami bagaimana cara penyembelihan yang halal, serta bagaimana memproses daging kurban agar daging kurban yang diterima mustahik sehat, berkualitas dan thoyib, serta tidak menimbulkan sampah dari kemasan yang dipakai," ucapnya.
Sementara itu, Kasudin KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro mengatakan, materi penting yang disampaikan yaitu seperti tata cara pemotongan secara syariat Islam. Kemudian, terkait aspek penerapan higiene pada pemotongan hewan kurban, serta pemotongan hewan kurban yang ramah lingkungan.
"Sasaran kegiatan ini adalah mereka yang terlibat nanti dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban seperti, Dewan Masjid Indonesia, panitia kurban atau masyarakat, serta petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban," katanya.
Ridho menjelaskan, sosialisasi ini dilakukan juga untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia (zoonosis) serta penyakit hewan yang sedang marak, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), dan Antraks.
"Kita juga memberikan bantuan kepada panitia kurban berupa 50 pisau dan 50 paket terpal. Semoga dengan kegiatan ini, nantinya dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam mengonsumsi daging kurban melalui upaya mewujudkan keamanan dan kesehatan daging kurban," jelasnya.