Jakarta Selatan – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Bakti Kesehatan Lima Abad Jakarta dengan melakukan Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit di dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bakti Sosial Kesehatan dalam rangka menyambut lima abad Jakarta. Program ini telah berlangsung sejak tahun lalu dan untuk periode kali ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu RSUD Tebet dan RSUD Cempaka Putih.
"Kita pilih di RSUD tipe C dan D, tujuannya adalah agar pelayanan kesehatan lebih dekat dan memasyarakat. Pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya tersedia di RSUD tipe A dan B, tetapi juga di RSUD tipe C dan D milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk di Puskesmas maupun RSUD kecamatan lainnya," ujar Ali saat meninjau pelaksanaan operasi bibir sumbing di RSUD Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (3/6).
Ali menjelaskan, terkait pasien yang ditangani, salah satu persyaratan utamanya memang memiliki KTP DKI Jakarta, namun Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta membuka kesempatan ini seluas-luasnya bagi warga di luar KTP DKI Jakarta.
"Kami mengundang seluruh keluarga, saudara, atau rekan yang memiliki kondisi bibir sumbing dan memerlukan penanganan operasi bedah plastik untuk mengikuti program ini," ucapnya.
Ali menyebut, bahwasannya tindakan ini tidak sepenuhnya ditanggung oleh BPJS. Oleh karena itu, program ini diselenggarakan secara gratis dengan melibatkan dokter ahli yang telah berpengalaman menangani ribuan kasus serupa. Ditargetkan hingga tahun 2027, 500 pasien dapat terlayani melalui program operasi ini.
Ia menjelaskan, saat ini, terdapat 13 pasien di RSUD Tebet dan 17 pasien di RSUD Cempaka Putih, dengan total keseluruhan 30 pasien yang ditangani. Pasien terjauh berasal dari Asmat, Papua, Tangerang, Cilegon, Banten. Hal ini menunjukkan bahwa program ini terbuka bagi seluruh warga Indonesia tanpa batasan usia, mulai dari bayi hingga dewasa.
"Pascaoperasi, pasien rata-rata diperbolehkan langsung pulang setelah tindakan. Jika diperlukan kontrol lebih lanjut, pasien akan diarahkan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) karena dokter yang menangani berasal dari sana," katanya.
Sementara itu, salah satu orang tua pasien, Mini mengucapkan terima kasih dan merasa terbantu, karena anaknya yang bernama Faris (2) mendapatkan penanganan operasi bibir sumbing gratis.
"Ini merupakan yang kedua kalinya. Nanti, anak saya bisa operasi lanjutan saat usia tujuh tahun. Semoga saja nantinya tetap mendapatkan bantuan lagi, sehingga anak saya dapat sembuh total seperti anak-anak normal lainnya," tandasnya.