PPKP-Kembali-Gelar-Pelatihan-Basic-Life-Support-di-Kantor-Walikota-Jaksel

Jakarta Selatan - Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP) DKI Jakarta kembali menggelar Pelatihan Basic Life Support (BLS) dan Sosialisasi Penggunaan Automated External Defibrillator (AED), di Ruang Dirgantara Kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Senin (17/11). Kegiatan tersebut diikuti 30 pegawai di lingkup Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Untuk diketahui, BLS merupakan serangkaian tindakan awal untuk menolong orang yang mengalami henti jantung atau henti napas. Kemudian, AED adalah alat medis otomatis yang dirancang untuk memberikan kejutan listrik ke jantung untuk mengembalikan ritme normalnya pada seseorang yang mengalami henti jantung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Kesra Kota Administrasi Jakarta Selatan, Zaini Hamdan, mengatakan, kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat medis adalah salah satu faktor penting dalam meningkatkan keselamatan dan kualitas hidup warga kota. 

Salah satu yang sering terjadi, lanjutnya, yakni henti jantung mendadak yang dapat terjadi kapan saja dan pada siapa saja, di rumah, di tempat kerja, di fasilitas publik dan dalam kondisi seperti itu, setiap detik sangat berharga.

"Saya menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan kegiatan ini, karena melalui pelatihan BLS dan sosialisasi AED, saya berharap semakin banyak masyarakat yang mampu memberikan pertolongan pertama secara benar sebelum tenaga medis tiba,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai DKI Jakarta, Dwian Andhika menjelaskan, kegiatan ini sudah dilakukan beberapa kalinya untuk ASN di Kantor Walikota Jakarta Selatan. Tujuannya, tentu untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang pertolongan pertama terhadap Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan penggunaan AED sesuai SOP yang berlaku.

"Kami ingin semua tahu terkait ini, karena ini sangat penting untuk menolong sesama dalam kondisi genting," tandasnya.