Kurangi-Sampah-Kelurahan-Manggarai-Selatan-Ubah-Sampah-Organik-Jadi-Media-Tanam

Jakarta Selatan - Kelurahan Manggarai Selatan, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan berhasil mengubah sampah organik menjadi media tanam menggunakan cairan hasil fermentasi sisa kulit buah dan sayuran segar yang dinamakan Biowash.

Lurah Manggarai Selatan, Sri Nurwiyanti, mengatakan, biowash merupakan hasil fermentasi dari sisa kulit buah atau sayuran segar yang dicampur dengan cairan mikroorganisme atau starter khusus (Promic) dan merupakan cara cepat dalam mengubah sampah organik menjadi media tanam yang lebih bermanfaat.

"Terkait caranya, yakni satu kilogram sampah organik, berasal dari kulit buah atau sisa sayuran segar dicampur 200 gram starter Promic dan lima liter air, lalu didiamkan selama tiga hari. Setelah terfermentasi, maka cairan tersebut dapat digunakan dengan perbandingan satu banding tiga puluh atau 1 liter cairan biowash dicampur 30 liter air," terang Sri, Selasa (7/7).

Sri menyebutkan, bahwa saat ini untuk proses pembuatannya masih dilakukan di kantor kelurahan. Sampah organik untuk pembuatannya berasal dari warga yang membawa sampah organiknya langsung ke kelurahan atau juga dari warung makan di sekitar kelurahan untuk diolah menjadi biowash di sini.

Sri menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi terkait biowash di setiap pertemuan kegiatan ke wilayahannya, sehingga diharapkan warga ataupun kader PKK dapat membuatnya sendiri di rumahnya masing-masing.

"Harapan ke depannya, adalah melalui metode ini kita dapat mengelola sampah organik menjadi media tanam di wilayah kita dengan lebih cepat. Pemanfaatannya untuk tanaman juga lebih mudah, bahkan, nantinya hasil metode ini juga dapat menjadi nilai ekonomis bagi masyarakat," tuturnya.