Jakarta Selatan - Walikota Administrasi Jakarta Selatan, M Anwar memastikan harga bahan pokok stabil dan stok ketersediaannya aman jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), di Pasar Santa, Petogogan, Kebayoran Baru, Senin (22/12). Selain meninjau harga bahan pokok, pada kesempatan itu, M Anwar juga memastikan pangan yang dijual bebas dari bahan berbahaya.
Walikota M Anwar, mengatakan, ada kenaikan harga pada komoditas ayam potong sekitar Rp5.000 hingga Rp8.000 per kilogramnya. Sementara, untuk komoditas lainnya masih cenderung stabil.
"Kami terus berupaya memastikan pasokan tetap tersedia dan harganya tetap terjangkau oleh masyarakat. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan momentum Nataru untuk mengambil keuntungan yang tidak wajar," katanya.
Kemudian, lanjutnya, kami juga melakukan pengawasan bahan pangan untuk memastikan bahwa pangan yang dikonsumsi masyarakat bebas dari zat berbahaya atau zat adiktif. "Kita cek bersama Sudin KPKP Jakarta Selatan dan BBPOM di Jakarta," ujarnya.
Ia menyampaikan, dalam kegiatan ini, ditemukan di salah satu sampel bahan pangan berjenis mie kuning mengandung zat berbahaya dan kebetulan pemasok mie tersebut berasal dari Pasar Kebayoran Lama.
"Oleh karena itu, saya telah menginstruksikan petugas untuk segera mengecek lokasi distributornya hari ini agar peredarannya tidak meluas ke mana-mana," ucapnya.
Sementara itu, Kasudin KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, menuturkan, adapun pengawasan dan pengujian dilakukan terhadap produk olahan hasil peternakan, perikanan maupun pertanian. Pengawasan difokuskan pada deteksi pangan yang mengandung bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, metanil yellow, dan rhodamin B.
"Kami juga didampingi pengawas pangan dari kepolisian, sehingga nantinya kalau ada bahan pangan yang melanggar aturan, maka akan diselidiki lebih lanjut, bahkan bisa terdampak hukum," bebernya.
Ridho menyebut, pada tahun ini, Sudin KPKP Jakarta Selatan sudah melakukan pengawasan dan monitoring di 28 pasar, baik tradisional ataupun modern di 10 Kecamatan se-Jakarta Selatan. "Harapan kami, dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat merasa lebih tenang dalam membeli dan mengonsumsi pangan yang beredar di pasar," tandasnya.