Jakarta Selatan - Walikota Administrasi Jakarta Selatan, M Anwar, mendampingi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengunjungi Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (9/1). Pada kesempatan itu, Gubernur Pramono merasa bangga dengan kondisi dan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Kebayoran Lama yang sudah setara dengan rumah sakit di daerah.
Ia menerangkan, puskesmas tersebut didukung oleh 41 dokter umum dan 14 dokter gigi, serta melayani rata-rata 600 hingga 700 pasien setiap hari. Kemudian Puskesmas Kebayoran Lama didukung 124 Posyandu dan enam Puskesmas Pembantu dalam memberikan pelayanan kesehatan tingkat kelurahan.
Puskesmas Kebayoran Lama merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang berperan sebagai penggerak pembangunan kesehatan bagi masyarakat Kebayoran Lama dengan sasaran penduduk di wilayah kerjanya sebanyak 320.880 jiwa.
“Begitu melihat Puskesmas ini, saya kaget karena Puskesmasnya sudah hampir seperti rumah sakit di kota-kota di daerah. Hal ini menunjukkan pelayanan berjalan sangat baik dan berpotensi menjadi percontohan bagi Puskesmas lain di Jakarta maupun daerah lain,” kata Gubernur Pramono.
Tidak hanya itu, Puskesmas Kebayoran Lama menerapkan Konsep Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) di Puskesmas, yaitu pelayanan kesehatan diberikan berdasarkan siklus hidup. Pendekatan ini penting agar layanan menjadi lebih terarah, terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap tahapan kehidupan, mulai dari ibu dan anak, usia produktif, hingga lansia, termasuk upaya promotif dan preventif.
Selain pelayanan dasar, Puskesmas ini juga melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang bertujuan untuk mendeteksi dini faktor resiko penyakit. Atas inovasi dan kualitas layanannya, Puskesmas Kebayoran Lama telah meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Most Category Award Winner Indonesia Healthcare Innovation Awards (IHIA) Tahun 2025, serta berbagai penghargaan lain di tingkat kota, provinsi, dan nasional.
Ia juga menyoroti tingginya pemanfaatan layanan Puskesmas oleh warga dari wilayah perbatasan Jakarta. Untuk itu, ia mendorong Dinas Kesehatan DKI tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik tanpa membedakan asal wilayah pasien.
"Saya sampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan, Puskesmas ini tetap harus berikan pelayanan yang terbaik," tambahnya.