Bantuan-dan-Relawan-PMI-Jaksel-Dilepas-Menuju-Lokasi-Bencana-Sumatera

Jakarta Selatan - Walikota Administrasi Jakarta Selatan, M Anwar didampingi Wakil Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Ali Murthadho dan Ketua DWP Jakarta Selatan, Diah Anwar melepas bantuan dan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Selatan (Jaksel)  menuju lokasi bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, di halaman Kantor PMI Jakarta Selatan, Jumat (26/12).

Anwar, mengatakan, pelepasan bantuan dan relawan PMI ini bertujuan untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana alam beberapa waktu lalu.

"Untuk bantuan hari ini kita kirim berasal dari masyarakat, Dharma Wanita Persatuan (DWP), unsur pendidikan, akademisi, swasta dan lain sebagainya," ujarnya.

Ia meminta, kepada para relawan PMI Jakarta Selatan yang bertugas untuk menjaga kesehatan, tetap berhati-hati dan dapat menjalankan tugas dengan baik, serta dapat membantu warga yang terdampak secara optimal, bukan hanya terkait financial, namun bantuan fisik juga diperlukan.

"Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan benar-benar sampai ke sasaran yang tepat, yang pasti dan perlu diingat, Pemkot dan PMI Jakarta Selatan siap membantu di mana pun saudara kita mengalami kesulitan," ucapnya.

Ketua DWP Jakarta Selatan, Diah Anwar, menyampaikan, bantuan yang diberikan untuk berbagai bentuk kebutuhan yang bermanfaat, terutama sarana dan prasarana kehidupan sehari-hari warga yang terdampak.

"Kami DWP sudah menyerahkan semua bantuan melalui PMI. Kami ingin ini bermanfaat dengan baik, walaupun tidak bisa memulihkan sepenuhnya, setidaknya dapat meringankan beban sehari-hari mereka yang terdampak," tuturnya.

Sementara, Ketua PMI Jakarta Selatan, Mundari, menjelaskan, donasi yang terkumpul hasil sumbangsih seluruh elemen masyarakat dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan sebesar Rp 662.936.844.

Selain bantuan uang, lanjut Mundari, PMI Jakarta Selatan juga mengirimkan 21 relawan dari PMR, Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT), serta unsur PMI lainnya. "Mereka akan melakukan aksi kemanusiaan di sana dengan dibagi menjadi dua tim. Masing-masing tim akan bertugas selama tujuh hari bergantian," tandasnya.