Jakarta Selatan – Warga RT 11 RW 07 Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru membuat inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi sederhana. Inovasi yang dibuat yaitu Program Kompos Keliling (KomLing), inovasi Smart Geprek yang merupakan alat pemadat botol plastik dan kaleng minuman serta jingle KomLing Mania.
Lurah Gandaria Utara, Muhammad Fahri menuturkan, saat adanya instruksi gubernur terkait pengelolaan sampah, Kelurahan Gandaria Utara langsung mendorong warga untuk melaksanakannya, dan ternyata langsung mendapat dukungan dari RT serta RW. Untuk diketahui, pilah sampah sesuai dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
“Salah satu bentuk dukungan warga adalah membuat Program Kompos Keliling. Sampah organik diambil dan dikoordinasi oleh Ketua RT melalui kompos keliling, sampah anorganik disalurkan ke bank sampah, sedangkan sampah residu yang hanya bisa diangkut petugas kebersihan,” kata Fahri.
Sementara, Ketua RT 11/07 Kelurahan Gandaria Utara, Imam Basori, mengatakan, melalui KomLing berkapasitas 2,5 meter kubik ini, sampah organik dari dapur tidak lagi menumpuk di tempat sampah atau berakhir di Tempat Pembuangan Sampah (TPS), melainkan dijemput langsung menggunakan gerobak listrik untuk kemudian diolah menjadi kompos.
"Kami mencoba menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya, yaitu dapur rumah tangga. Sampah organik seperti sisa makanan dan sayuran akan dijemput langsung melalui KomLing untuk diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi lingkungan," ucapnya.
Menurutnya, pendekatan jemput bola menjadi solusi agar warga lebih mudah berpartisipasi dalam pengelolaan sampah. Kehadiran gerobak listrik KomLing diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah organik sejak dari rumah.
Terkait Smart Geprek, alat yang digunakan untuk memadatkan botol plastik dan kaleng minuman sebelum masuk ke bank sampah. Sehingga proses penyimpanan dan pengangkutan sampah anorganik menjadi lebih efisien serta memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
"Untuk memperkuat kampanye perubahan perilaku warga, peluncuran program ini juga diramaikan dengan hadirnya jingle "KomLing Mania". Lagu tersebut dirancang sebagai media edukasi yang mudah diingat agar masyarakat terbiasa memilah sampah," ujarnya.