Sebanyak 700 warga dari tujuh Kelurahan di Kecamatan Tebet yang terdiri dari para Ketua RT, RW, FKDM, LMK, Jumantik, PKK, RPTRA, Tomas, dan Toga, meriahkan acara silaturahmi bersama Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan beserta jajaran, di Aula Masjid Raya Al Ittihad, Kamis (17/10). Salah satu warga Kelurahan asal Tebet Timur, Yuni, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali yang telah berkenan hadir dan berdiskusi bersama.
"Saya bahagia sekali, dan puas mengikuti rangkaian acara silaturahmi malam ini. Terlebih saat prosesi tanya jawab bersama bapak wali kota, terasa seperti berada dalam ruang diskusi yang efektif dan beliau mendengar keluhan serta saran kami dengan baik," ujar Yuni saat diwawancarai. Sementara Ketua RW 10 Kelurahan Tebet Timur Said Ihsan, mengaku telah melaksanakan program untuk para warga berhenti membuang air besar di sungai, dan memberdayakan para kelompok tani untuk mengembangkan lahan-lahan kosong guna dijadikan lokasi urban farming.
"Sekarang warga sudah tidak buang air kotoran ke sungai, sudah dibuatkan saluran MCK yang bagus dari CSR, kelompok tani kami juga sudah merasakan panen sawi, cabe, dan lainnya dari pemanfaatan lahan kosong untuk urban farming. Terima kasih pak wali kota atas semua dukungan yang diberikan untuk kami," ucapnya.
Selain itu perwakilan LMK RW 03 Kelurahan Kebon Baru, Adik Setiawan dalam diskusinya, mengungkapkan adanya lahan terbuka hijau di sekitar kawasan RW 03 yang belum dioptimalkan hingga saat ini. Pada kesempatan tersebut, Adik meminta kepada Wali Kota Marullah untuk menyampaikan kepada pihak terkait agar lahan tersebut dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik. "Di RW 03 ada lahan terbuka hijau yang belum maksimal pemanfaatannya, kiranya bapak wali kota dapat menyampaikan kepada pihak terkait agar kawasan kami dapat terlihat lebih asri dan rapi," tandasnya.
"Saya bahagia sekali, dan puas mengikuti rangkaian acara silaturahmi malam ini. Terlebih saat prosesi tanya jawab bersama bapak wali kota, terasa seperti berada dalam ruang diskusi yang efektif dan beliau mendengar keluhan serta saran kami dengan baik," ujar Yuni saat diwawancarai. Sementara Ketua RW 10 Kelurahan Tebet Timur Said Ihsan, mengaku telah melaksanakan program untuk para warga berhenti membuang air besar di sungai, dan memberdayakan para kelompok tani untuk mengembangkan lahan-lahan kosong guna dijadikan lokasi urban farming.
"Sekarang warga sudah tidak buang air kotoran ke sungai, sudah dibuatkan saluran MCK yang bagus dari CSR, kelompok tani kami juga sudah merasakan panen sawi, cabe, dan lainnya dari pemanfaatan lahan kosong untuk urban farming. Terima kasih pak wali kota atas semua dukungan yang diberikan untuk kami," ucapnya.
Selain itu perwakilan LMK RW 03 Kelurahan Kebon Baru, Adik Setiawan dalam diskusinya, mengungkapkan adanya lahan terbuka hijau di sekitar kawasan RW 03 yang belum dioptimalkan hingga saat ini. Pada kesempatan tersebut, Adik meminta kepada Wali Kota Marullah untuk menyampaikan kepada pihak terkait agar lahan tersebut dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik. "Di RW 03 ada lahan terbuka hijau yang belum maksimal pemanfaatannya, kiranya bapak wali kota dapat menyampaikan kepada pihak terkait agar kawasan kami dapat terlihat lebih asri dan rapi," tandasnya.