Jakarta Selatan – Sebanyak 58 RW dan 26 Sekolah di Jakarta Selatan (Jaksel) menerima Penghargaan Program Komunitas Untuk Iklim (Proklim) dan Adiwiyata Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan Tahun 2025. Kegiatan yang dihadiri Walikota Administrasi Jakarta Selatan, M Anwar tersebut berlangsung di Ruang Dirgantara Kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Kamis (30/10).
Untuk diketahui, Proklim adalah program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemerintah daerah dalam upaya adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan mitigasi emisi gas rumah kaca (GRK) secara berkelanjutan. Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang menerapkan sistem peduli dan berbudaya lingkungan hidup untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan.
M Anwar, mengatakan, melalui Proklim dan Program Sekolah Adiwiyata, tentunya semua elemen masyarakat meneguhkan komitmen untuk menjadikan Jakarta Selatan sebagai wilayah yang berdaya tahan terhadap perubahan iklim, berbudaya lingkungan dan berkelanjutan.
"Program ini bukan hanya tentang penghargaan, tetapi juga tentang gerakan, mengelola sampah secara bijak, menghemat energi, hingga menanamkan nilai cinta lingkungan sejak dini di sekolah-sekolah kita," katanya.
Menurutnya, semua yang terlibat ini adalah inspirasi bagi masyarakat Jakarta Selatan untuk terus menjadikan Jakarta Selatan bukan hanya kota yang hijau dan bersih, tetapi juga kota yang warganya sadar, peduli, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
"Semoga kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan lembaga pendidikan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di wilayah kita," tuturnya.
Sementara itu, Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Mohamad Amin, menjelaskan, kegiatan penilaian Proklim dan Program Sekolah Adiwiyata dilakukan pada Mei dan September 2025 dengan melibatkan 26 sekolah dan 58 RW se-Jakarta Selatan. Dari 26 sekolah penerima penghargaan Adiwiyata, tujuh sekolah diantaranya mendapatkan predikat terbaik dan dari 58 RW Proklim ada lima RW yang terbaik.
“Diharapkan bagi para penerima penghargaan tingkat kota ini, untuk terus mempertahankan bahkan mengembangkan aksi-aksi dan inovasi terkait pengelolaan sampah dan pelestarian yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.