50-Warga-Ikuti-Pelatihan-Buat-Kue-di-RPTRA-Kemuning

Jakarta Selatan - Sebanyak 50 warga dari lima kecamatan di wilayah Jakarta Selatan mengikuti Pelatihan Kerja Mandiri Bidang Aneka Kue yang digelar oleh Suku Dinas (Sudin) Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi (Nakertransgi) Jakarta Selatan (Jaksel) di RPTRA Kemuning, Kecamatan Pasar Minggu, Rabu (15/4).

Kepala Seksi Pelatihan, Penempatan, Produktivitas, dan Transmigrasi(P3T) Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Nakertransgi) Jakarta Selatan, Erning Kumala Dewi, mengatakan, pelatihan berlangsung selama lima hari kerja dari 10-16 April 2026.

"Tujuan diadakannya pelatihan ini supaya peserta dapat menjadi wirausaha yang mandiri dan mampu menjadi tenaga kerja mandiri yang mempunyai keterampilan di bidangnya," ujarnya.

Erning menuturkan, beberapa materi yang disampaikan yakni, pada hari pertama, mengenai teori. Karena ini pelatihan aneka kue, difokuskan pada pembuatan pastry serta cara menjualnya, mulai dari perhitungan harga hingga pengenalan bahan-bahan kue. "Mulai hari kedua sampai hari terakhir, peserta langsung melakukan praktik karena fokus utama kami memang pada praktik," bebernya.

Adapun, beberapa yang dibuat, antara lain aneka donat, chui kao so, kroket singkong, aneka roti manis, hingga brownies ketan hitam. Kemudian, pada hari terakhir, terdapat evaluasi praktik, pada evaluasi tersebut para peserta mencoba kembali atau mengulang praktik yang telah dilakukan pada hari-hari sebelumnya untuk kemudian dikurasi.

"Di akhir pelatihan, peserta akan diberikan bantuan alat kerja gratis. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kegiatan mereka dalam membuka wirausaha baru dan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin," tandasnya.

Salah satu warga, asal Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran, Fajar Radiyansyah (42) mengaku kegiatan ini sangat bagus untuk meningkatkan keterampilan di masa depan. Mengingat latar belakang dirinya juga di bidang kuliner, sehingga tentunya pelatihan ini membantu meningkatkan keahliannya.

"Hal yang sebelumnya belum saya ketahui, kini menjadi tahu melalui proses pembelajaran panjang selama lima hari ini. Harapan saya, ilmu ini dapat diaplikasikan untuk memajukan usaha saya ke depannya. Karena saya sudah memiliki usaha kuliner berupa nasi bebek yang masih berjalan, materi pembuatan kue ini dapat dikolaborasikan dengan usaha tersebut nantinya," tandasnya.