Jakarta Selatan – Sebanyak 200 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dan Non UMK mengikuti Sosialisasi Penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Tahun 2026, di Ruang Antasari, Kantor Walikota Jakarta Selatan, Kamis (25/6). Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin.
Mukhlisin, mengatakan, laporan LKPM bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan instrumen penting bagi pemerintah dalam memantau perkembangan realisasi investasi, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, serta merumuskan kebijakan yang tepat guna mendukung iklim investasi yang semakin kondusif.
"Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI Tahun 2025, Provinsi DKI Jakarta masih menjadi kontributor realisasi investasi tertinggi di Indonesia. Bahkan, Jakarta Selatan menjadi penyumbang terbesar realisasi investasi di Provinsi DKI Jakarta," ujar Mukhlisin.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, lanjutnya, diharapkan seluruh pelaku usaha dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai tata cara penyampaian LKPM, termasuk berbagai ketentuan dan mekanisme pelaporan yang berlaku, sehingga pelaporan dapat dilakukan secara tepat waktu, akurat, dan sesuai ketentuan.
"Saya mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum ini sebagai sarana berdiskusi, menyampaikan masukan, maupun berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pelaporan LKPM. Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta menciptakan iklim investasi yang semakin mudah, cepat, dan kondusif," ucapnya.
Sementara itu, Kepala UP PM-PTSP Jakarta Selatan, Mario Wibowo, menuturkan, partisipasi aktif peserta dalam menyampaikan LKPM secara berkala, tepat waktu dan akurat menjadi sangat penting, tidak hanya untuk kepentingan administrasi, tetapi juga sebagai dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang lebih tepat sasaran.
"Kami berharap hasil dari sosialisasi ini dapat dibawa ke perusahaan masing-masing. Para peserta diharapkan dapat melaporkan kepada pimpinan perusahaan mengenai betapa pentingnya LKPM sebagai data perusahaan. Hal ini juga sangat penting untuk menyajikan data investasi yang baik dan akurat di wilayah Jakarta Selatan," tandasnya.