Jakarta Selatan – Sebanyak 150 petugas gabungan mengikuti apel dan simulasi kesiapsiagaan bencana di Halaman Kantor Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (23/11).
Petugas gabungan tersebut terdiri dari ASN, PPSU, Satpol PP, Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD, Dukcapil, Satlinmas, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), RT dan RW se-Kelurahan Rawajati.
Camat Pancoran, Alamsah, mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh jajarannya dalam penanganan bencana alam di wilayah Kelurahan Rawajati ini.
"Alasan kami buat di sini, karena wilayah Rawajati berlokasi di pinggiran Kali Ciliwung dan ada tiga RW (07, 03 dan 01) yang paling sering terdampak luapan air Kali Ciliwung," ujarnya.
Sementara itu, Lurah Rawajati, Sariman, menyampaikan, dalam kegiatan ini dipraktikkan cara mendirikan tenda dan menyiapkan logistik secara cepat dan tepat oleh tim BPBD, khususnya bagi petugas PPSU, serta pembuatan simulasi posko dapur umum untuk memberikan pelayanan cepat pemberian bantuan makanan untuk para korban saat terdampak banjir.
"Meskipun penyediaan tenda merupakan tugas BPBD, keterlibatan PPSU bertujuan penanganan lebih cepat, sehingga walaupun kejadiannya mendadak, masyarakat tetap merasa lebih terayomi dan terlayani," bebernya.
Ia menambahkan, kawasan RW 07 di Kelurahan Rawajati masih menjadi titik terparah genangan. Namun, walaupun genangan cukup tinggi, warga lebih memilih bertahan di lantai dua rumahnya masing-masing.
"Meskipun jarang ada yang mengungsi kalau terjadi genangan, kami tetap berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga yang terdampak bencana, termasuk dukungan tenaga ataupun lainnya," tandasnya.