Sebanyak 114 SKPD/UKPD di lingkup Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel), mengikuti bimbingan teknis (bimtek) penanganan pengaduan masyarakat melalui Citizen Relation Management (CRM), serta Sosialisasi Aplikasi Jakarta Maghrib Mengaji (JMM) dari Suku Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Sudin Kominfotik) Jakarta Selatan.
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, memberikan apresiasi terhadap acara yang digelar di Ruang Kelas Sudin Kominfotik Jakarta Selatan, Blok A, Lantai 7, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan tersebut. Menurut Marullah, acara yang akan berlangsung selama empat hari dari 6 hingga 9 Agustus 2019 ini sangatlah perlu diadakan. Mengingat tingginya tingkat pengaduan masyarakat Jakarta Selatan melalui aplikasi CRM.
"Apresiasi juga diberikan kepada peserta, dan terima kasih kepada rekan-rekan Jakarta Smart City yang memberikan materi bimtek dengan baik. Jakarta Selatan masih menempati posisi yang baik kategori respon tercepat dalam menyelesaikan pengaduan yakni dalam waktu 3-4 jam," ujarnya, Rabu (7/8). Marullah berharap, kegiatan bimtek ini bisa terus meningkatkan respon atau kualitas pelayanan penanganan pengaduan masyarakat dengan lebih efektif dan efisien. "Kalau bisa sekarang diselesaikan kenapa harus ditunda. Setiap hari saya mendapat update jam 4 sore, dan mayoritas pengaduan diselesaikan hari itu, " terangnya.
Terkait sosialisasi aplikasi JMM yang diinisiasi Kota Jakarta Selatan ini, Marullah meminta untuk segera disosialisasikan sebagai upaya monitoring kegiatan Jakarta Wajib Mengaji di tingkat kecamatan dan kelurahan. "Ini program yang bagus. Kita hanya menyegarkan. Sebelumnya pernah di launching oleh Kementerian Agama. Sekarang selama satu tahun ini sudah berjalan kegiatan pembinaan mental setiap bulan selama empat kali di 65 Kelurahan. Hakekatnya aplikasi ini untuk mendukung kegiatan positif," ungkapnya.
Kepala Sudin Kominfotik Jakarta Selatan, Lestari Ady Wiryono mengatakan, kegiatan Bimtek CRM dan sosialisasi JMM ini menghadirkan narasumber dari Jakarta Smart City. "Untuk tahap sosialisasi JMM juga akan dilakukan selama empat hari. Aplikasi JMM diharapkan bisa menjadi wadah interaksi, komunikasi dan publikasi kegiatan mengaji yang dinisiasi oleh Wali Kota Jakarta Selatan," tandasnya.
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, memberikan apresiasi terhadap acara yang digelar di Ruang Kelas Sudin Kominfotik Jakarta Selatan, Blok A, Lantai 7, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan tersebut. Menurut Marullah, acara yang akan berlangsung selama empat hari dari 6 hingga 9 Agustus 2019 ini sangatlah perlu diadakan. Mengingat tingginya tingkat pengaduan masyarakat Jakarta Selatan melalui aplikasi CRM.
"Apresiasi juga diberikan kepada peserta, dan terima kasih kepada rekan-rekan Jakarta Smart City yang memberikan materi bimtek dengan baik. Jakarta Selatan masih menempati posisi yang baik kategori respon tercepat dalam menyelesaikan pengaduan yakni dalam waktu 3-4 jam," ujarnya, Rabu (7/8). Marullah berharap, kegiatan bimtek ini bisa terus meningkatkan respon atau kualitas pelayanan penanganan pengaduan masyarakat dengan lebih efektif dan efisien. "Kalau bisa sekarang diselesaikan kenapa harus ditunda. Setiap hari saya mendapat update jam 4 sore, dan mayoritas pengaduan diselesaikan hari itu, " terangnya.
Terkait sosialisasi aplikasi JMM yang diinisiasi Kota Jakarta Selatan ini, Marullah meminta untuk segera disosialisasikan sebagai upaya monitoring kegiatan Jakarta Wajib Mengaji di tingkat kecamatan dan kelurahan. "Ini program yang bagus. Kita hanya menyegarkan. Sebelumnya pernah di launching oleh Kementerian Agama. Sekarang selama satu tahun ini sudah berjalan kegiatan pembinaan mental setiap bulan selama empat kali di 65 Kelurahan. Hakekatnya aplikasi ini untuk mendukung kegiatan positif," ungkapnya.
Kepala Sudin Kominfotik Jakarta Selatan, Lestari Ady Wiryono mengatakan, kegiatan Bimtek CRM dan sosialisasi JMM ini menghadirkan narasumber dari Jakarta Smart City. "Untuk tahap sosialisasi JMM juga akan dilakukan selama empat hari. Aplikasi JMM diharapkan bisa menjadi wadah interaksi, komunikasi dan publikasi kegiatan mengaji yang dinisiasi oleh Wali Kota Jakarta Selatan," tandasnya.