Pemberantasan-Sarang-Nyamuk-di-RT-001-RW-01-tanggal-19-September-2025

Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) kembali dilaksanakan di RW 01, kali ini PSN dilaksanakan di  lingkungan RT 001 RW 01, Jumat (19/09/2025). Selepas mengikuti Upacara Hari Perigatan Rapat IKADA di Kecamatan Pasar Minggu, Kepala Seksi Kesejahteraan Kelurahan Cilandak Timur Daryanto  bersama Kader Jumantik RW 01 melaksanakan PSN. Koordinator Jumantik RW 01 Tusi Irmaningsih membagi Kader Jumantik RW 01 menjadi 4 grup agar mempercepat waktu penyisiran dan berhasil menyisir 91 bangunan yang terdiri rumah tinggal dan bangunan sekolah. Daryanto  mengapresiasi Kader Jumanyik yang telah melaksanakan PSN setiap minggunya, sementara itu Ketua RW 01 Husni berharap tidak adanya penambahan kasus DBD di RW 01. Pada kesempatan tersebut Daryanto mendukung keikutsertaan RW 01 sebagai Perwakilan Kelurahan Cilandak Timur dalam Program Kampung Iklim. Daryanto juga berpesan jika ada keinginan warga untuk membuat sumur resapan dapat berkoordinasi dengan Kelurahan Cilandak Timur karena saat ini Kelurahan Cilandak Timur telah memiliki peralatan yang dapat membuat sumur resapan dan kembali mengharapkan peran serta Ketua RW, RT dalam mensukseskan Bulan Dana PMI. Kepala Puskesmas Pembantu Cilandak Timur dr. Silvinana meluruskan bahwa RW 01 terpilih menjadi Kampung Siaga TB bukan karena banyak ditemukan pasien namun karena Kader RW 01 sangat kooperatif dalam menangani Kasus TB di RW 01. Dengan keberadaan Kampung Siaga TB diharapkan Para Kader rutin menberikan sosialisasi terkait penyakit TBC kepada warga, dr. Silviana mengatakan bahwa penyakit ini sangat menular namun bisa disembuhkan. Dengan deteksi dini adalah upaya yang dapat dilakukan dalam menekan angka penularan. Selain membahas Kampung Siaga TB, dr. Silviana juga kembali menjelaskan terkait penyakit campak biasa (Rubeola), campak Jerman (Rubella) dan campak ifantum (Roseola), dr. Silviana juga berpesan bahwa ketika anak yag terkena campak maupun cacar agar beristirahat di rumah selama 2 minggu, hai lini dilakukan agar anak tidak menularkan ke anak lain dan ketika di rumah agar kamar anak tidak digabungkan dengan anggota keluarga lain.