Pelaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk kembali dilaksanakan di wilayah Kelurahan Cilandak Timur, Jumat (24/04/2026). Kali ini lingkungan RT 0012/02 menjadi lokasi pemeriksaan jentik. Kader Jumantik RW 02 bersama Kader Dasawisma didampingi Lurah Kelurahan Cilandak Timur Mila Herawati dan Kepala Pustu Cilandak Timur dr. Silviana mengunjungi rumah warga. Penyisiran dilakukan di tempat-tempat yang menjadi potensi tumbuhnya jentik dan benar masih ditemukan di beberapa titik. Mila Herawati menghimbau ke Pengelola Gedung untuk membersihkan genangan-genangan yang ada dan menata barang-barang yang berada di halaman agar tidak menampung air hujan. Mila juga mengingatkan kepada Kader Jumantik jika menemukan WNA yang enggan untuk dikunjungi, agar menghimbau kepada Asisten Rumah Tangganya untuk melakukan PSN mandiiri. Mila juga kembali menghimbau agar warga melakukan pilah sampah dari rumah. Jika masih memiliki halaman rumah agar memanfaatkan untuk membuat lubang yang dapat menampung sampah organik dan sampah yang memiliki nilai ekonomis seperti botol bekas air mineral untuk disalurkan ke bank sampah. Jika lubang penampungan sampah organik berbau dapat menggunakan produk EM4 (Effective Microorganisme 4). Kegiatan pengolahan sampah agar dapat diaplikasikan di setiap rumah karena TPST Bantar gebang hanya menerima 50% dari jumlah sampah saat ini pada bulan Agustus 2026. Mila memohon agar Bank Sampah setiap RW untuk aktiv mengelola sampah-sampah yang dihasilkan masing-masing RW. Sementara itu, Ka Pustu Cilandak Timur dr. Silviana menjelaskan terkait persiapan RW 02 menjadi Kampung Siaga TB. Sebelumnya telah dibentuk Kampung Siaga TB di RW 01 dan RW 03, dr. Silviana kembali menjelaskan bahwa Kampung Siaga TB ini dibentuk bukan karena RW tersebut memliki banyak penderita TBC. Kampung Siaga TB dibentuk agar stikgma negatif tentang TBC berkurang, dan warga paham bagaimana cara pencegahan agar tidak tertular TBC. Sebelum dibentuk, Pustu Cilandak Timur akan melakukan sosialisasi untuk menjelaskan Kampung Siaga TB, dr. Silviana mengajak para Kader untuk terlibat dalam Kampung Siaga TB. Kegiatan akan dimulai dengan melakukan pemeriksaan kepada warga untuk menyaring para penderita TBC namun belum berobat, hal ini dilakukan untuk mencegah penularan. Saat ini Indonesia telah memiliki obat pencegahan TBC yang mana digunakan untuk Tenaga Kesehatan yang beresiko tertular TBC saat merawat pasien dan anggota keluarga yang sehat namun di rumahnya tedapat pasien TBC.