Puskesmas Pembantu Kelurahan Cilandak Timur kembali menyelenggarakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), Jumat (14/11/2025). Kegiatan diselenggarakan di RPTRA KKO dengan menghadirkan perwakilan Ketua RW, RT dan Kader Kelurahan Cilandak Timur. Kepala Puskesmas Pembantu Cilandak Timur dr. Silviana secara langsung menyampaikan apa yang diperoleh dari hasil survey yang telah diisi oleh warga Kelurahan Cilandak Timur. Pada kesempatan tersebut dr. Silviana mengapresiasi kepada warga Kelurahan Cilandak Timur yang telah berpatisipasi mengisi survey. Dari hasil pengisian survey tedapat 3 masalah yaitu masih banyak remaja yang tidak minum obat tablet tambah darah, balita dibawah garis merah, pasien Penyakit Tidak Menular belum minum obat secara rutin. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Puskesmas Pembantu Kelurahan telah mendistribusikan obat penambah darah kepada remaja yang mengidap anemia. Kekurangan darah akan menggangu remaja dalam belajar di sekolah dan jika dikemudian hari yang bersangkutan berumah tangga dan mengandung akan beresiko stunting, oleh karena itu dr. Silviana mengajak orang tua turut serta mengawasi anak untuk minum obat penambah darah dan memberikan edukasi pentingnya mengkonsumsi obat penambah darah. Untuk masalah balita dibawah garis merah, solusinya adalah Kader berkerjasama dengan Puskesmas dalam menangani BGM, kunjangan langsung ke warga yang memiliki BGM dan edukasi kesehatan oleh Petugas Puskesmas. Dari hasil survey dr. Silviana bersyukur 98% warga Kelurahan Cilandak Timur telah mengikuti BPJS kesehatan, 99 % warga Kelurahan Cilandak Timur telah mengikuti Posyandu Balita namun partisipasi warga untuk Pos Bindu masih rendah. Bagi warga mengidap yang penyakit diabetes dan hipertensi, dr. Silviana berpesan agar dapat masuk dalam Program Penyakit Kronis (Prolanis). Keuntungan yang diperoleh warga jika masuk dalam program prolanis diantaranya adalah dokter dapat memberikan obat hingga waktu 1 bulan.