Lurah-Cilandak-Timur-menghadiri-Penutupan-MTU-Pendingin-AC-Program-PPKD-Jaksel

Kepala KPKD Jakarta Selatan, Budi Karlia Setiyanto, secara resmi menutup Pelatihan Mobile Training Unit (MTU) Pendingin Ruang/AC yang diselenggarakan di Ruang Serbaguna Masjid Baitul Fattah, RT 007/RW 001, Kelurahan Cilandak Timur, pada Kamis (8/10/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama 20 hari terhitung sejak 9 September hingga 8 Oktober 2026 ini merupakan hasil kerja sama dengan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (KPKD) Jakarta Selatan. Penutupan acara turut dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Dhyaul Iman H. Samsul Hilal, Ketua DKM Masjid Baitul Fattah, Ketua RW 01, dan Ketua RT 007/ RW 01.

Dalam sambutannya, Lurah Cilandak Timur Mila Herawati menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para peserta yang telah berhasil menyelesaikan pelatihan serta membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan baru.

"Kita ketahui bahwa kebanyakan rumah di Jakarta memiliki AC, dan kebutuhan akan pelayanan servis AC pasti sangat dibutuhkan di pasaran," ujar Mila.

Ia juga menyoroti keunggulan program MTU KPKD Jakarta Selatan yang langsung menjangkau tingkat RT, sehingga peserta tidak perlu mengeluarkan biaya dan waktu perjalanan yang jauh. Selain instruktur berpengalaman, program ini juga memfasilitasi peserta dengan konsumsi serta perlengkapan pendukung seperti sepatu dan plastik penutup AC.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Yayasan Dhyaul Iman, H. Samsul Hilal. Ia mengapresiasi KPKD Jakarta Selatan karena kegiatan ini menjadi pelatihan ketujuh yang sukses diselenggarakan di Masjid Baitul Fattah. Menurutnya, program ini memberikan manfaat nyata dalam membangun sumber daya manusia, dan ia berharap program keterampilan lainnya dapat kembali direalisasikan di masjid tersebut. Yayasan Dhyaul Iman juga akan menyediakan peralatan untuk peserta yang akan menjalankan Jasa Pembersihan Pendingin/ AC.

Sementara itu, Kepala KPKD Jakarta Selatan, Budi Karlia Setiyanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan MTU didanai langsung oleh masyarakat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Guna menjaga kualitas lulusan, program ini menerapkan sistem absensi berbasis GPS untuk menuntut komitmen dan kedisiplinan peserta, di mana setiap keterlambatan akan mengurangi poin nilai.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa KPKD Jakarta Selatan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan. Setiap alumni pelatihan akan dimasukkan ke dalam database KPKD untuk disalurkan menjadi tenaga kerja yang siap memenuhi kebutuhan perusahaan mitra.

Di penghujung acara, perwakilan peserta turut membagikan kesan dan pesan selama mengikuti pelatihan. Mereka merasa bersyukur karena tidak hanya dibekali dengan keahlian teknis, namun juga ditempa karakternya agar menjadi teknisi yang disiplin dan amanah.