Pemerintah Kota Administrasi Jakarta
Selatan bersama Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Selatan
melaksanakan Gerakan Tanam Serentak (Gertam) Bawang Merah dan Jagung Pulut.
Kegiatan puncak yang dipusatkan di Agro Edukasi Wisata (AEW) Ragunan, Pasar
Minggu, Jakarta Selatan, ini dihelat pada Selasa, 28 Juli 2026.
Penanaman serentak tersebut dipimpin
secara langsung oleh Walikota Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin
Liputo, bersama Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Azizah Syafrin. Kegiatan
ini turut dihadiri oleh Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan Ridho Sosro serta Camat Pasar Minggu Guguk Trirahayu.
Rangkaian kegiatan ini merupakan
kelanjutan dari aksi dukungan Program Ketahanan Pangan, di mana Pokja III TP
PKK Kecamatan Pasar Minggu sebelumnya telah menyerahkan sejumlah bibit jagung
pulut dan bawang merah kepada Pokja III Kelurahan Cilandak Timur pada Jumat, 24
Juli 2026. Secara keseluruhan, aksi tanam serentak ini dilaksanakan di 187
titik di wilayah Jakarta Selatan, dengan RPTRA KKO menjadi salah satu lokasi
pelaksanaannya.
Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Azizah
Syafrin Liputo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program
kerja Pokja III TP PKK Kota Administrasi Jakarta Selatan yang disebut dengan
Ketapang Mas (Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat).
"Gertam ini merupakan langkah
nyata dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga," ungkap Azizah.
Keberhasilan program ini juga tidak
lepas dari kolaborasi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan Sudin KPKP
Jakarta Selatan serta Panah Merah, dengan melibatkan sejumlah lokasi Taman
Hatinya PKK, RPTRA, serta para penggiat urban farming lainnya.
Sementara itu, Walikota Jakarta
Selatan, Syafrin Liputo, mendorong penuh kesuksesan Gerakan Tanam Serentak ini
guna meminimalisir laju inflasi di wilayah Jakarta Selatan. Selain sebagai
pengendali inflasi, kegiatan ini juga dijadikan momentum penting untuk
menghijaukan kembali seluruh area lahan yang ada di lingkungan tempat tinggal
masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, ditekankan
pula pentingnya penyebaran informasi terkait pengolahan limbah dari sumbernya.
Pemanfaatan sampah organik yang diolah menjadi pupuk kompos dinilai memberikan
manfaat yang sangat besar bagi kelancaran pelaksanaan kegiatan urban farming
di tengah masyarakat.