Gebyar-PSN-Cilandak-Timur-Bebas-DBD-Sosialisasikan-Penelitian-Vaksin-Dengue-hingga-Perekaman-KTP

Lurah Cilandak Timur kembali turun langsung mendampingi Kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dalam pelaksanaan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Jumat (7/8/2026). RT 006/01 dan RT 011/01 dipilih menjadi lokasi perdana pelaksanaan PSN di bulan Agustus ini.

Dari hasil pemeriksaan terhadap 80 rumah warga di lingkungan RT 006/01 dan RT 011/01, Kader Jumantik RW berhasil mencatatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) yang cukup tinggi, yakni mencapai 96%.

Pelaksanaan PSN kali ini bertepatan dengan digelarnya Gebyar PSN tingkat Kecamatan Pasar Minggu yang dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Pasar Minggu, Supeno. Dalam sambutannya, Supeno mengimbau pentingnya pemberdayaan masyarakat untuk melakukan PSN secara mandiri demi meringankan beban kerja Kader Jumantik.

"Untuk memastikan pelaksanaan PSN dijalankan oleh warga, Kader Jumantik dapat memanfaatkan fasilitas video call saat pemantauan PSN Mandiri," ujar Supeno.

Nihil Kasus DBD dan Sosialisasi Penelitian Vaksin Dengue

Kabar baik turut disampaikan oleh Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan Puskesmas Pasar Minggu, Yani, yang hadir mewakili pihak Puskesmas Pasar Minggu. Ia mengungkapkan bahwa saat ini tidak ditemukan adanya kasus baru Demam Berdarah Dengue (DBD) di seluruh wilayah Kecamatan Pasar Minggu berkat kerja keras kolaboratif antara Kader Jumantik dan warga.

Selain itu, Yani menyampaikan bahwa Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) bekerja sama dengan Puskesmas Pasar Minggu tengah menguji penelitian Vaksin Dengue. Warga yang berminat menerima vaksin tersebut harus memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya:

  • Berusia 2–17 tahun dan berada dalam kondisi sehat (termasuk 3 hari terakhir).
  • Kelengkapan imunisasi/vaksin terbukti melalui Buku KIA.
  • Menetap atau tidak berpindah domisili dari wilayah Kecamatan Pasar Minggu selama minimal 5 tahun.

"Kami berharap vaksin dengue ini nantinya dapat menjadi program nasional seperti jenis vaksin lainnya," tambah Yani.

Imbauan Perekaman KTP dan Edukasi Pengobatan TBC

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kasatpel Dukcapil Kelurahan Cilandak Timur, Lesar Novandra. Ia menyampaikan apresiasi dari Kepala Sudin Dukcapil Jakarta Selatan atas pencapaian Jakarta Selatan yang berhasil menempati peringkat ke-5 nasional dalam aktivasi IKD.

Namun, Lesar memberi catatan terkait 38 warga Kelurahan Cilandak Timur yang akan menginjak usia 17 tahun tetapi belum melakukan perekaman data. "Kami mengimbau warga yang menjelang usia 17 tahun untuk segera melakukan perekaman KTP agar tidak terkendala saat membutuhkan layanan kependudukan lainnya di kemudian hari," tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Pustu Cilandak Timur, dr. Silviana, memberikan edukasi kesehatan terkait penanganan Tuberkulosis (TBC). Dr. Silviana mengingatkan masyarakat untuk tidak mengucilkan penderita TBC, karena stigma negatif dapat membuat pasien enggan berobat dan berpotensi merugikan lingkungan sekitar.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan secara tuntas. "Meski setelah 2 bulan pengobatan pasien biasanya sudah merasa jauh lebih baik dan mengalami kenaikan berat badan, pengobatan TBC harus tetap dilanjutkan secara konsisten selama 6 bulan penuh tanpa terputus," pungkas dr. Silviana.