Jakarta - Di tengah pandemi COVID-19, masyarakat di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan, juga dipinta untuk mewaspadai adanya potensi penyakit lain. Salah satunya yakni penyakit Demam Berdarah Dengue. Permintaan ini disampaikan oleh Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan M Helmi, Kamis (1/7).
Dirinya mengimbau warga agar tetap waspada terhadap demam berdarah, dengan cara yakni menerapkan hidup bersih dan sehat. "Warga saya minta untuk tetap waspada. Di samping lagi pandemi, kita juga harus menjaga kebersihan untuk penyakit demam berdarah ini, yang akan berdampak positif bagi kesehatan warga,” ucapnya.
Pasalnya, hingga Juni 2021, temuan kasus DBD di Jakarta Selatan sudah menginjak angka 206. Kecamatan Pesanggrahan menjadi lokasi dengan temuan kasus terbanyak mencapai 42 kasus, disusul dengan Kecamatan Jagakarsa 39 kasus, Mampang Prapatan 23 kasus, Pancoran 23 kasus, Kebayoran Baru 21 kasus, Kebayoran Lama 18 kasus, Pasar Minggu 16 kasus, Tebet 14 kasus, Setiabudi enam kasus, Cilandak empat kasus.
Oleh karena itu, Helmi menuturkan, pembersihan lingkungan tidak harus selalu menunggu petugas kebersihan atau kerja bakti. Kebersihan lingkungan secara mandiri akan menjamin hilannya jentik nyamuk. "Kalau dibersihkan sendiri akan membuat badan bergerak dan ada olahraga lah. Jadi ya memang harus benar-benar dibersihkan mengingat data kasus yang masuk itu sudah di angka ratusan," tandasnya.
Sudin Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Dirinya mengimbau warga agar tetap waspada terhadap demam berdarah, dengan cara yakni menerapkan hidup bersih dan sehat. "Warga saya minta untuk tetap waspada. Di samping lagi pandemi, kita juga harus menjaga kebersihan untuk penyakit demam berdarah ini, yang akan berdampak positif bagi kesehatan warga,” ucapnya.
Pasalnya, hingga Juni 2021, temuan kasus DBD di Jakarta Selatan sudah menginjak angka 206. Kecamatan Pesanggrahan menjadi lokasi dengan temuan kasus terbanyak mencapai 42 kasus, disusul dengan Kecamatan Jagakarsa 39 kasus, Mampang Prapatan 23 kasus, Pancoran 23 kasus, Kebayoran Baru 21 kasus, Kebayoran Lama 18 kasus, Pasar Minggu 16 kasus, Tebet 14 kasus, Setiabudi enam kasus, Cilandak empat kasus.
Oleh karena itu, Helmi menuturkan, pembersihan lingkungan tidak harus selalu menunggu petugas kebersihan atau kerja bakti. Kebersihan lingkungan secara mandiri akan menjamin hilannya jentik nyamuk. "Kalau dibersihkan sendiri akan membuat badan bergerak dan ada olahraga lah. Jadi ya memang harus benar-benar dibersihkan mengingat data kasus yang masuk itu sudah di angka ratusan," tandasnya.
Sudin Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan.