Jakarta -Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan, menggelar Pembahasan dan Penyusunan Rencana Aksi Daerah Stunting di Hotel Gran Mahakam Jakarta Selatan, Kamis (20/5). Giat tersebut adalah Rembuk Stunting yang merupakan Aksi 3 Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting, dengan tujuan menyampaikan hasil analisa situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting di Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Kemudian mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi, serta membangun komitmen publik dalam kegiatan penurunan stunting secara terintegrasi. Plt Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji, yang turut hadir dalam acara mengatakan, masalah stunting bukan hanya masalah Sudin Kesehatan saja, tapi banyak sekali SKPD yang terlibat.
"Berawal dari namanya rembuk, namanya juga rembuk pasti ngobrol dan memberikan saran. Makanya kita duduk bersama agar angka stunting dapat terus menurun," katanya. Isnawa menuturkan, lokasi fokus stunting di kelurahan memudahkan pemerintah dalam pemetaan masalah yang dihadapi. Selain itu, Isnawa menegaskan, SKPD yang membahas program terkait stunting bisa link and match ke lurah ataupun lokasi di tempatnya. "Karena lurah tahu persis masalah di wilayah. SKPD membantu program agar tepat sasaran," tandasnya.
Diketahui, acara tersebut juga menghadirkan narasumber dari Direktur Kesehatan SUPD III Kementerian Dalam Negeri, juga LGCB ASR. Peserta yang hadir pun dibatasi berjumlah 40 orang, dengan mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.
Sudin Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Kemudian mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi, serta membangun komitmen publik dalam kegiatan penurunan stunting secara terintegrasi. Plt Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji, yang turut hadir dalam acara mengatakan, masalah stunting bukan hanya masalah Sudin Kesehatan saja, tapi banyak sekali SKPD yang terlibat.
"Berawal dari namanya rembuk, namanya juga rembuk pasti ngobrol dan memberikan saran. Makanya kita duduk bersama agar angka stunting dapat terus menurun," katanya. Isnawa menuturkan, lokasi fokus stunting di kelurahan memudahkan pemerintah dalam pemetaan masalah yang dihadapi. Selain itu, Isnawa menegaskan, SKPD yang membahas program terkait stunting bisa link and match ke lurah ataupun lokasi di tempatnya. "Karena lurah tahu persis masalah di wilayah. SKPD membantu program agar tepat sasaran," tandasnya.
Diketahui, acara tersebut juga menghadirkan narasumber dari Direktur Kesehatan SUPD III Kementerian Dalam Negeri, juga LGCB ASR. Peserta yang hadir pun dibatasi berjumlah 40 orang, dengan mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.
Sudin Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan.