Kemacetan kendaraan terjadi di seputar proyek penggalian jaringan utilitas kabel PLN SKTT 150KV di Jalan Ulujami Raya, Jalan Panjang Cidodol, dan Jalan Ciledug Raya, Jakarta Selatan (Jaksel). Oleh karena itu, diharapkan proyek tersebut bisa selesai lebih cepat.
Harapan ini diutarakan oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji, yang melakukan peninjauan langsung terhadap pengerjaan proyek tersebut di Jalan Ulujami Raya, Senin (10/2). "Kita harap vendor bisa menambah pekerja yang ada disitu. Lebih mengoptimalkan jam pengerjaan fisiknya sehingga bisa selesai tidak memakan waktu dua bulan. Karena space jalannya kecil, kemacetan parah terjadi di lokasi," jelasnya.
Isnawa menilai, semua pihak harus mengecek analisis dampak lingkungan (amdalalin) terkait pengerjaan proyek. Terlebih pengaturan rute-rute alternatif idealnya dipilih apalagi kegiatan pembangunan menganggu masyarakat. "Saya sudah meninjau progresnya dan sudah 52%. Berkaitan dengan kabel yang berada di Jalan Ulujami, karena space jalannya sempit menganggu mobilitas warga dan menimbulkan kemacetan yang parah. Ini menjadi bahan masukan dari warga," ungkapnya.
Meski begitu, Isnawa mendukung proyek pembangunan gardu induk 150KV. Proyek tersebut disebutnya guna menyuplai kapasitas listrik di kawasan Sudirman, Senayan, MRT, dan lain sebagainya. "Secara prinsip kita mendukung program tersebut, bagaimana pun itu program pemerintah pusat yang harus kita dukung," ujarnya.
Isnawa mengaku sudah berkoordinasi dengan Sudin Perhubungan Jakarta Selatan agar mengevaluasi arus lalin akibat pembangunan proyek. Nantinya, saran tersebut bisa menjadi saran kepada Pemkot Jakarta Selatan. "Saya tadi juga sudah sampaikan ke pak camat untuk memanggil vendornya, berkoordinasi lagi agar menangani dampak pembangunan gardu induk terhadap mobilitas warga yang ada di sekitar lokasi," tambahnya.
Harapan ini diutarakan oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji, yang melakukan peninjauan langsung terhadap pengerjaan proyek tersebut di Jalan Ulujami Raya, Senin (10/2). "Kita harap vendor bisa menambah pekerja yang ada disitu. Lebih mengoptimalkan jam pengerjaan fisiknya sehingga bisa selesai tidak memakan waktu dua bulan. Karena space jalannya kecil, kemacetan parah terjadi di lokasi," jelasnya.
Isnawa menilai, semua pihak harus mengecek analisis dampak lingkungan (amdalalin) terkait pengerjaan proyek. Terlebih pengaturan rute-rute alternatif idealnya dipilih apalagi kegiatan pembangunan menganggu masyarakat. "Saya sudah meninjau progresnya dan sudah 52%. Berkaitan dengan kabel yang berada di Jalan Ulujami, karena space jalannya sempit menganggu mobilitas warga dan menimbulkan kemacetan yang parah. Ini menjadi bahan masukan dari warga," ungkapnya.
Meski begitu, Isnawa mendukung proyek pembangunan gardu induk 150KV. Proyek tersebut disebutnya guna menyuplai kapasitas listrik di kawasan Sudirman, Senayan, MRT, dan lain sebagainya. "Secara prinsip kita mendukung program tersebut, bagaimana pun itu program pemerintah pusat yang harus kita dukung," ujarnya.
Isnawa mengaku sudah berkoordinasi dengan Sudin Perhubungan Jakarta Selatan agar mengevaluasi arus lalin akibat pembangunan proyek. Nantinya, saran tersebut bisa menjadi saran kepada Pemkot Jakarta Selatan. "Saya tadi juga sudah sampaikan ke pak camat untuk memanggil vendornya, berkoordinasi lagi agar menangani dampak pembangunan gardu induk terhadap mobilitas warga yang ada di sekitar lokasi," tambahnya.