Jakarta - Plt Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji, meninjau tes swab antigen dan pemasangan stiker di rumah pemudik yang kembali ke Jakarta, di RW 02 dan RW 03 Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Minggu (23/5). Isnawa mengatakan, dua kegiatan tersebut dilakukan atas kolaborasi antara pemerintah kecamatan, polsek, koramil, bimas, babinsa, lurah, dan juga didukung oleh Ditkrimsus Polda Metro Jaya.
"Tadi kita meninjau rumah-rumah yang prosedurnya harus ditempel stiker ketika mereka melakukan mudik, dan setelah di data, mereka harus mengikuti pemeriksaan swab antigen. Apabila swab antigennya non reaktif mereka bisa melanjutkan aktifitas sehari hari," ujarnya. Isnawa melanjutkan, jika hasilnya reaktif, maka pemudik harus dites lagi dengan tes PCR, dan hasilnya akan diketahui sekitar 12 jam kemudian. Sambil menunggu, mereka akan selalu dimonitor perkembangannya, dan tidak boleh melakukan kontak langsung dengan orang lain.
"Alhamdulillah setelah saya lakukan peninjauan dan saya juga mendapatkan informasi dari teman-teman polda, polres dan polsek, di sini hasilnya rata-rata non reaktif. Artinya mereka alhamdulillah sehat, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran kita," ucapnya. Isnawa menambahkan, ada tiga warna stiker berbeda yang ditempelkan.
Yaitu stiker warna putih ditempel untuk menandakan setelah mereka pulang harus melakukan isolasi mandiri sambil menunggu dilaksanakannya tes swab, stiker warna kuning menandakan bahwa yang bersangkutan sudah melaksanakan isolasi mandiri, dan stiker warna hijau menandakan pemudik sudah melaksanakan test dan hasilnya non reaktif.
"Penempelan stiker juga merupakan bagian dari upaya pemantauan bersama sebagaimana tindak lanjut rapim gubernur, kapolda, pandam, untuk memberikan data kepada kita, siapa saja yang pulang mudik. Hal tersebut untuk memberikan kepastian dan rasa aman kepada tetangganya, jangan sampai tetangganya khawatir apabila yang pulang dari mudik tidak dilakukan pemeriksaan berkaitan dengan COVID-19," tandasnya.
Sudin Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan.
"Tadi kita meninjau rumah-rumah yang prosedurnya harus ditempel stiker ketika mereka melakukan mudik, dan setelah di data, mereka harus mengikuti pemeriksaan swab antigen. Apabila swab antigennya non reaktif mereka bisa melanjutkan aktifitas sehari hari," ujarnya. Isnawa melanjutkan, jika hasilnya reaktif, maka pemudik harus dites lagi dengan tes PCR, dan hasilnya akan diketahui sekitar 12 jam kemudian. Sambil menunggu, mereka akan selalu dimonitor perkembangannya, dan tidak boleh melakukan kontak langsung dengan orang lain.
"Alhamdulillah setelah saya lakukan peninjauan dan saya juga mendapatkan informasi dari teman-teman polda, polres dan polsek, di sini hasilnya rata-rata non reaktif. Artinya mereka alhamdulillah sehat, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran kita," ucapnya. Isnawa menambahkan, ada tiga warna stiker berbeda yang ditempelkan.
Yaitu stiker warna putih ditempel untuk menandakan setelah mereka pulang harus melakukan isolasi mandiri sambil menunggu dilaksanakannya tes swab, stiker warna kuning menandakan bahwa yang bersangkutan sudah melaksanakan isolasi mandiri, dan stiker warna hijau menandakan pemudik sudah melaksanakan test dan hasilnya non reaktif.
"Penempelan stiker juga merupakan bagian dari upaya pemantauan bersama sebagaimana tindak lanjut rapim gubernur, kapolda, pandam, untuk memberikan data kepada kita, siapa saja yang pulang mudik. Hal tersebut untuk memberikan kepastian dan rasa aman kepada tetangganya, jangan sampai tetangganya khawatir apabila yang pulang dari mudik tidak dilakukan pemeriksaan berkaitan dengan COVID-19," tandasnya.
Sudin Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan.