Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Administrasi Jakarta Selatan, tengah bersiap untuk mengatasi pendatang di wilayah Jakarta Selatan. Dalam pelaksanaannya, Sudin Dukcapil akan menggelar Operasi Pembinaan Kependudukan (Biduk) bagi pendatang baru pasca Hari Raya Idul Fitri 1438 H/ tahun 2017.
Hal itu dikatakan Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Administrasi Jakarta Selatan, Abdul Haris, Senin (3/7). Haris mengungkapkan, pihaknya akan menggelar Biduk dua minggu pasca lebaran.
"Nanti H+14 kita akan gelar Biduk. Fungsinya adalah untuk mensosialisasikan dan memberikan pemahaman arti kependudukan bukan hanya untuk pendatang baru, tetapi juga untuk penghuni kost, kontrakan, rumah susun, menunjukkan identitasnya guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, bisa saja yang ngekost, yang ngontrak itu teroris kan?" ujarnya.
Pada prinsipnya, lanjut Haris, pihaknya tidak bisa menghalau pendatang baru ke Jakarta khususnya Jakarta Selatan, kecuali ada penjamin pada saat pendatang tersebut ke Jakarta.
"Demi penanggulangan arus urban, pendatang baru tetap harus ada jaminan tempat tinggal untuk tinggal di DKI. Pertama bisa dipastikan, penjamin sudah memiliki tempat tinggal di DKI, punya rumah sendiri, tujuannya agar pendatang tidak jadi gelandangan, atau tidak tinggal di tempat di rest area," tuturnya.
Untuk itulah, Haris meminta kepada warga Jakarta yang mudik agar tidak membawa sanak saudaranya ke Jakarta jika tidak memiliki keahlian. "Minimal untuk warga yang masih di daerah, jangan membawa saudara ke Jakarta jika tidak memiliki keahlian. Jangan mengadu nasib karena nanti akibatnya bisa membebankan daerah, khususnya DKI Jakarta," tegasnya. (KIP JS)