Selain pasar, wilayah perkantoran di Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) juga tidak akan luput dari program pengurangan sampah plastik yang terus digalakkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji, saat memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi Pengurangan Kantong Plastik di Wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan, di Ruang Rapat Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kamis (6/2).
"Kita gak mau bermain di unsur pemerintah, tapi semua stakeholder harus kita ajak. Semuanya harus kita ajak kampanyekan pengurangan kantong kresek," tegasnya. Isnawa menjelaskan, pihaknya mempunyai data sementara jumlah perkantoran yang ada di Jakarta Selatan. Tercatat sekitar dua hingga 3 ribu kantor berada di gedung-gedung yang tersebar di berbagai wilayah.
"Bayangan saya sih ada sekitar 2 ribuan kantor di Jakarta Selatan, itu minimal. Kan ada satu gedung yang berisi 20-30 perusahaan. Saya rasa 2 ribu hingga 3 ribu kantor bisa diimbau, mereka punya karyawan yang banyak kan, multiplayer efeknya sudah luar biasa," terangnya. Untuk jumlah keseluruhan objek yang menjadi pengurangan plastik, disebut Isnawa berada di angka 5 ribu objek. Namun jumlah itu masih tercampur dengan warteg, minimarket dan lain-lain.
"Sehingga semangat Jakarta Selatan untuk meminimalisir penggunaan plastik akan menjadi target kita. Saya menggerakan jajaran kelurahan untuk lebih masuk ke siapapun yang ada di wilayah mereka. Mau itu perkantoran, pedagang kaki lima, minimarket, untuk kita ajak hal yang sama,” jelasnya. Salah satu implementasi yang dilakukan adalah imbauan. Meski cara tersebut dinilai acap kali gagal namun kali ini keseriusan Pemkot Jaksel harus ditujukan.
"Caranya tidak sekedar imbauan. Biasanya kita Pemda DKI sering membuat imbauan tapi realisasinya tidak ada. Kita tetap kasih imbauan tapi kita mereka untuk menindaklanjuti imbauan kita. Ada laporan atau feedback, foto-foto seperti itu. Kita bisa tahu mereka patuh terhadap himbauan kita atau enggak,” tandasnya.
"Kita gak mau bermain di unsur pemerintah, tapi semua stakeholder harus kita ajak. Semuanya harus kita ajak kampanyekan pengurangan kantong kresek," tegasnya. Isnawa menjelaskan, pihaknya mempunyai data sementara jumlah perkantoran yang ada di Jakarta Selatan. Tercatat sekitar dua hingga 3 ribu kantor berada di gedung-gedung yang tersebar di berbagai wilayah.
"Bayangan saya sih ada sekitar 2 ribuan kantor di Jakarta Selatan, itu minimal. Kan ada satu gedung yang berisi 20-30 perusahaan. Saya rasa 2 ribu hingga 3 ribu kantor bisa diimbau, mereka punya karyawan yang banyak kan, multiplayer efeknya sudah luar biasa," terangnya. Untuk jumlah keseluruhan objek yang menjadi pengurangan plastik, disebut Isnawa berada di angka 5 ribu objek. Namun jumlah itu masih tercampur dengan warteg, minimarket dan lain-lain.
"Sehingga semangat Jakarta Selatan untuk meminimalisir penggunaan plastik akan menjadi target kita. Saya menggerakan jajaran kelurahan untuk lebih masuk ke siapapun yang ada di wilayah mereka. Mau itu perkantoran, pedagang kaki lima, minimarket, untuk kita ajak hal yang sama,” jelasnya. Salah satu implementasi yang dilakukan adalah imbauan. Meski cara tersebut dinilai acap kali gagal namun kali ini keseriusan Pemkot Jaksel harus ditujukan.
"Caranya tidak sekedar imbauan. Biasanya kita Pemda DKI sering membuat imbauan tapi realisasinya tidak ada. Kita tetap kasih imbauan tapi kita mereka untuk menindaklanjuti imbauan kita. Ada laporan atau feedback, foto-foto seperti itu. Kita bisa tahu mereka patuh terhadap himbauan kita atau enggak,” tandasnya.