Berbagai langkah dilakukan oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) dalam menekan penyebaran terkait dengan Covid-19. Salah satunya melakukan pengecekan suhu tubuh di pintu masuk Wali Kota Jakarta Selatan. Langkah tersebut diungkapkan oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, saat memimpin pertemuan Silaturahmi pemerintah kota dengan pemuka agama dan ormas, di Ruang Pola Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Rabu (11/3).
“Di semua fasilitas harus di cek panas tubuh. Biasanya angka panas tubuh 37,5 derajat celcius. Kalau ada orang yang bersuhu di atas itu, orang ini kita sarankan tidak kumpul bareng-bareng dan harus mendapatkan penanganan medis," tegasnya. Kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang biasa dihelat di Jalan Layang Non Tol di Jalan Antasari, terang Marullah, juga akan ditiadakan untuk sementara waktu.
"Car free day atau HBKB, ditiadakan selama 2 minggu. Terhitung sejak hari Minggu tanggal 15. Jalan Jenderal Sudirman dan Thamrin gak ada HBKB. Kalau tanggal 22 masih rawan kita tiadakan kembali,” bebernya. Tidak hanya itu, beberapa perizinan diminta dikaji dan distop. Marullah pun tidak segan-segan untuk menarik izin kegiatan yang mengundang banyak massa. "Pemerintah mementingkan soal kesehatan warga dibandingkan politik dan ekonomi," tegasnya.
Terakhir, Marullah juga meminta maaf jika tidak menyalami setiap pegawai dan pejabat yang ditemui di lapangan. Merujuk saran Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, setiap pejabat di lingkungan pemerintah kota cukup mengucapkan salam saja. "Mulai hari ini, kalau kita kumpul, salam senyum dan gak usah jabat tangan dulu. Jangan sakit hati demi kesehatan dan keselamatan bersama, sekarang cukup salam saja," tandasnya.
“Di semua fasilitas harus di cek panas tubuh. Biasanya angka panas tubuh 37,5 derajat celcius. Kalau ada orang yang bersuhu di atas itu, orang ini kita sarankan tidak kumpul bareng-bareng dan harus mendapatkan penanganan medis," tegasnya. Kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang biasa dihelat di Jalan Layang Non Tol di Jalan Antasari, terang Marullah, juga akan ditiadakan untuk sementara waktu.
"Car free day atau HBKB, ditiadakan selama 2 minggu. Terhitung sejak hari Minggu tanggal 15. Jalan Jenderal Sudirman dan Thamrin gak ada HBKB. Kalau tanggal 22 masih rawan kita tiadakan kembali,” bebernya. Tidak hanya itu, beberapa perizinan diminta dikaji dan distop. Marullah pun tidak segan-segan untuk menarik izin kegiatan yang mengundang banyak massa. "Pemerintah mementingkan soal kesehatan warga dibandingkan politik dan ekonomi," tegasnya.
Terakhir, Marullah juga meminta maaf jika tidak menyalami setiap pegawai dan pejabat yang ditemui di lapangan. Merujuk saran Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, setiap pejabat di lingkungan pemerintah kota cukup mengucapkan salam saja. "Mulai hari ini, kalau kita kumpul, salam senyum dan gak usah jabat tangan dulu. Jangan sakit hati demi kesehatan dan keselamatan bersama, sekarang cukup salam saja," tandasnya.