Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Administrasi Jakarta Selatan, membentuk tim Relawan Demokrasi (RELASI) dengan anggota sebanyak 55 relawan, untuk mengejar partisipasi pemilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, menyampaikan dukungannya terkait program RELASI, sebagai gerakan sosial kemasyarakatan yang dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi warga dalam menggunakan hak pilihnya. “Partisipasi masyarakat menjadi salah satu indikator penting penyelenggaraan pemilu. Tanpa partisipasi pemilih, pemilu ini tidak ada artinya," terangnya di Ruang Serbaguna Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kamis (24/1).
Marullah menuturkan, seperti yang tertera pada Undang-undang Nomor 7 tahun 2017, Pemilu diselenggarakan dengan partisipasi masyarakat. "Ini adalah tantangan yang tidak mudah bagi penyelenggara pemilu dan stakeholders terkait. Saya berharap adanya kerja sama bagi para relawan dalam memberikan solusi bagi masyarakat yang memang membutuhkan edukasi terkait pemilu ini ,” ujarnya.
Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jakarta Selatan Agus Sudono, mengatakan, Ke 55 relawan ini nantinya akan diterjunkan kepada beberapa kelompok atau komunitas, untuk kemudian membantu masyarakat memberikan sosialisasi dan arahan terkait Pemilu 2019.
“Ada sepuluh segmentasi kelompok yang harus diperhatikan oleh teman-teman RELASI ini nantinya untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih dalam menggunakan hak pilihnya di April 2019 mendatang. Seperti kelompok-kelompok ikatan perempuan, ikatan keagamaan, karang taruna atau putra-putri remaja, kelompok pemula atau yang baru terdaftar dalam keikutsertaan pemilu, dan beberapa komunitas sosial lainnya. Diharapkan dengan pendekatan sosial ini, masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya tanpa keraguan,” pungkasnya.
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Marullah Matali, menyampaikan dukungannya terkait program RELASI, sebagai gerakan sosial kemasyarakatan yang dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi warga dalam menggunakan hak pilihnya. “Partisipasi masyarakat menjadi salah satu indikator penting penyelenggaraan pemilu. Tanpa partisipasi pemilih, pemilu ini tidak ada artinya," terangnya di Ruang Serbaguna Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kamis (24/1).
Marullah menuturkan, seperti yang tertera pada Undang-undang Nomor 7 tahun 2017, Pemilu diselenggarakan dengan partisipasi masyarakat. "Ini adalah tantangan yang tidak mudah bagi penyelenggara pemilu dan stakeholders terkait. Saya berharap adanya kerja sama bagi para relawan dalam memberikan solusi bagi masyarakat yang memang membutuhkan edukasi terkait pemilu ini ,” ujarnya.
Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jakarta Selatan Agus Sudono, mengatakan, Ke 55 relawan ini nantinya akan diterjunkan kepada beberapa kelompok atau komunitas, untuk kemudian membantu masyarakat memberikan sosialisasi dan arahan terkait Pemilu 2019.
“Ada sepuluh segmentasi kelompok yang harus diperhatikan oleh teman-teman RELASI ini nantinya untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih dalam menggunakan hak pilihnya di April 2019 mendatang. Seperti kelompok-kelompok ikatan perempuan, ikatan keagamaan, karang taruna atau putra-putri remaja, kelompok pemula atau yang baru terdaftar dalam keikutsertaan pemilu, dan beberapa komunitas sosial lainnya. Diharapkan dengan pendekatan sosial ini, masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya tanpa keraguan,” pungkasnya.