Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, mengimbau masyarakat Jakarta terutama Jakarta Selatan, untuk bersama-sama menjaga situasi dan kondisi di DKI Jakarta, agar selalu aman dan tenteram, serta terbebas dari berbagai masalah yang tidak diinginkan dan dapat mengancam stabilitas negara.
Hal tersebut dikatakan Djarot saat menghadiri acara Pelaksanaan Kegiatan Silahturahmi Plt Gubernur Prov. DKI Jakarta dengan Lembaga Kemasyarakatan yang terdapat di Wilayah Kota Adm. Jakarta Selatan, di GOR Soemantri Brojonegoro Hall A, Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (13/6). Pada kesempatan ini, Djarot juga mengucapkan terima kasih kepada tokoh masyarakat yang saling bahu membahu dalam membuat Jakarta menjadi kawasan yang lebih baik lagi.
"Saya mengucapkan terimakasih kepada tokoh masyarakat, Dewan Kota, LMK, para Ketua RW/RT yang telah bersama-sama menjaga kota Jakarta relatif berjalan dengan aman dan damai," ujarnya.
Terkait terorisme yang mengatasnamakan agama islam, Djarot menilai bahwa pihak yang melakukan tindakan keji ini bukan lah warga Jakarta. Menurut Djarot, islam merupakan agama yang penuh kasih, yang selalu mengajarkan rasa saling menghargai antar sesama.
"Kalo mereka yang bertindak teroris itu penghianat-penghianat islam yang telah menyakiti saudaranya sendiri, dan kalo ada seperti itu dia harus pergi dari Indonesia. Siapa yang menolak ideologi Pancasila harus pergi dari Indonesia. Sumpah pemuda telah mengajarkan kita arti pentingnya persatuan siapapun anda kita semua bersaudara satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air," tegasnya.
Selain itu, Djarot juga mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan mudik, untuk selalu cek dan ricek rumah mereka dahulu sebelum berangkat. Djarot ingin kejadian buruk seperti kebakaran, tidak terjadi ketika mereka tengah bersilaturahmi di hari yang fitri. Tidak itu saja, Djarot juga ingin masyarakat tak lagi menggunakan sepeda motor untuk perjalanan mudik, dan lebih memilih menggunakan transportasi umum.
"Bagi yang mudik saya harapkan jangan pakai sepeda motor, berbahaya, lebih baik mudik pakai bis kalau tidak punya uang bisa daftar sekarang banyak yang menyelenggarakan mudik gratis. Kadis Perumahan juga hadir disini saya ingatkan kalo bapak ibu mudik ingat kunci rumah baik-baik, kalo ada kendaraan bisa dititipkan di kantor kelurahan, kantor kecamatan, wali kota, kantor polisi dan koramil. Disini juga ada Kadis KUKM Perdagangan yang selalu memantau pangan yang diperdagangkan saya ingatkan hati-hati dalam membeli panganan," tuturnya.
Djarot juga mengingatkan kepada masyarakat, bahwa tahun ini Pemprov DKI Jakarta akan mengadakan Festival Beduk dan Gema Takbir, yang rencananya berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta pada 24 Juni 2017.
"Mari bersama-sama datang ke balai kota pukul beduk Ramadhan di balai kota. Tanggal 24 hari Sabtu malam Minggu kalo tidak sempat takbiran di balai kota bisa di masjid, di kecamatan, di wali kota. 16-19 lomba pukul beduk di tingkat kecamatan, tanggal 20-21 tingkat kota, tanggal 22-23 tingkat provinsi dan tanggal 24 akan mendapatkan piala Gubernur dan uang pembinaan. Serta bonusnya satu ekor kambing yang gede," ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi, mengucapkan terima kasih atas kedatangan Plt Gubernur DKI Jakarta beserta rombongan, yang telah meluangkan waktunya untuk hadir di acara tersebut.
"Terima kasih bapak PLT Gubernur DKI Jakarta telah bersama-sama hadir disini. Dalam kesempatan ini pula kami mengharapkan para dewan kota, LMK dan masyarakat, dapat menyumbangkan saran dan masukan untuk perkembangan Jakarta lebih baik lagi baik dalam hal pelayanan maupun pembangunan," ujarnya.
Dalam acara ini, diumumkan juga kenaikan dana operasional yang akan dimiliki oleh RT dan RW di Provinsi DKI Jakarta. Untuk RT, dana operasional akan naik dari Rp 975 ribu menjadi Rp 1.5 juta per bulan, sedangkan RW dari Rp 1.2 juta menjadi Rp 2 juta. Djarot berharap, dengan adanya kenaikan ini, tanggung jawab semakin ditingkatkan untuk menjaga keamanan, kerukunan, serta gotong-royong diantara warga masing-masing. (KIP JS)