Jakarta - Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, didampingi Plt Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji, meninjau kegiatan vaksinasi COVID-19 untuk warga umur 12-17 tahun, di Madrasah Aliyah Negeri 7 Jakarta, dan SMKN 15 Jakarta, Jumat (2/7). Peninjauan dilakukan untuk memberikan semangat kepada para siswa-siswi yang mengikuti vaksinasi.
Anies mengatakan, pelajar SMK di sekolah tersebut merupakan yang pertama dalam menerima vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Diketahui, 160 pelajar mendapatkan vaksinasi di sekolah itu, dan hanya berlangsung pada hari ini saja. "Dengan vaksinasi ini, kita ingin anak-anak kita semuanya terlindungi. Jika sudah divaksin memang masih bisa tertular tapi gejalanya tidak berat," ungkapnya.
Anies menerangkan kepada para pelajar, bahwa vaksin mengajari badan penerima vaksin tentang virusnya. "Jadi badan kita dikenalkan pada virus itu, supaya mengerti apa yang harus dikerjakan kalau nanti sampai kena virus yang betulan," katanya. Anies menuturkan, saat ini 16 persen yang tertular COVID-19 adalah anak-anak. Karena itu, Anies meminta para siswa-siswi yang telah menerima vaksinasi, untuk mengajak teman-teman mereka agar mendapatkan hal serupa. "Semuanya ajak teman-temannya ikut vaksin. Mau ikut vaksin bisa daftar di aplikasi Jaki, nanti bisa milih mau vaksin di mana dan kapan," ucapnya.
Sementara, salah satu siswa SMKN 15 Jakarta yang menerima vaksinasi, Agil Rizki Darmawan mengaku tidak merasakan apapun saat disuntik vaksin. "Sebelum divaksin ada rasa tegang, tapi setelah divaksin biasa saja," ungkapnya. Pelajar SMKN 15 Jakarta lainnya, Rossa mengaku ada rasa takut sebelum divaksin. "Setelah divaksin ga sakit, biasa aja. Ayo divaksin karena itu untuk kebaikan kita sendiri," tandasnya.
Sudin Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Anies mengatakan, pelajar SMK di sekolah tersebut merupakan yang pertama dalam menerima vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Diketahui, 160 pelajar mendapatkan vaksinasi di sekolah itu, dan hanya berlangsung pada hari ini saja. "Dengan vaksinasi ini, kita ingin anak-anak kita semuanya terlindungi. Jika sudah divaksin memang masih bisa tertular tapi gejalanya tidak berat," ungkapnya.
Anies menerangkan kepada para pelajar, bahwa vaksin mengajari badan penerima vaksin tentang virusnya. "Jadi badan kita dikenalkan pada virus itu, supaya mengerti apa yang harus dikerjakan kalau nanti sampai kena virus yang betulan," katanya. Anies menuturkan, saat ini 16 persen yang tertular COVID-19 adalah anak-anak. Karena itu, Anies meminta para siswa-siswi yang telah menerima vaksinasi, untuk mengajak teman-teman mereka agar mendapatkan hal serupa. "Semuanya ajak teman-temannya ikut vaksin. Mau ikut vaksin bisa daftar di aplikasi Jaki, nanti bisa milih mau vaksin di mana dan kapan," ucapnya.
Sementara, salah satu siswa SMKN 15 Jakarta yang menerima vaksinasi, Agil Rizki Darmawan mengaku tidak merasakan apapun saat disuntik vaksin. "Sebelum divaksin ada rasa tegang, tapi setelah divaksin biasa saja," ungkapnya. Pelajar SMKN 15 Jakarta lainnya, Rossa mengaku ada rasa takut sebelum divaksin. "Setelah divaksin ga sakit, biasa aja. Ayo divaksin karena itu untuk kebaikan kita sendiri," tandasnya.
Sudin Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Selatan.