gjs-merupakan-pengabdian-dokter-kepada-masyarakat

Gerakan Jumat Sehat (GJS) Dokter masuk RW bersama tim PKK. Kegiatan tersebut dipelopori TP PKK bersama dokter, yang pertama kali melakukan kegiatan tersebut adalah Pemkot Jakarta Selatan dan menjadi model untuk luar Jakarta serta telah dicanangkan Gubernur Provinsi DKI Jakarta pada 26 Februari 2009.

Walikota Jakarta Selatan, Syahrul Effendi, mengatakan gerakan Jumat sehat merupakan wujud nyata pengabdian dokter kepada masyarakat, dengan melibatkan pihak rumah sakit pemerintah maupun swasta. ""Ini sarana pelayanan kesehatan yang berada di bawah koordinasi Sudin Kesehatan Jakarta Selatan,” katanya yang didampingi KaSudin Kesehatan, Hakim M Siregar, saat Gebyar Gerakan Jumat Sehat di kantor walikota Jaksel, Rabu (9/2).

""Pelaksanaan kegiatan GJS menjadi prioritas utama dan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat miskin, sehingga diharapkan dapat memecahkan masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat sehingga dapat mendeteksi dini jika ada penyakit endemi,” terangnya.

Di kesempatan yang sama Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Astati Syahrul Effendi, mengatakan kegiatan GJS ini dilaksanakan di 575 RW yang tersebar di wilayah Jakarta Selatan. Kegiatan ini melibatkan 200 dokter pemerintah dan swasta dilakukan pada hari Jumat minggu kedua dan jumat Minggu ke empat. Minggu ke dua dokter bersama PKK dan RW mengunjungi masyarakat yang sakit ke rumah (home visit) dilakukan hanya 2 jam dan Minggu ke empat dokter dan petugas medis datang di posyandu memeriksa ibu hamil dan ana-anak balita. Ada 1220 posyandu yang ada di Jakarta Selatan.

Sementara dr. Boyke yang turut hadir di acara ini mengatakan ""GJS memang gerakan yang bermanfaat, ada jumantik yang bisa menurunkan angka jumlah penderita demam berdarah di Jakarta yang begitu endemis. Kunjungan rumah ke rumah itu bisa dibuat ajang penyuluhan kesehatan dan itu saya pernah ikut. Gerakan ini sangat bermanfaat dalam upaya Puskesmas dan dinas kesehatan sambil sosialisasi tentang kesehatan ,” tambahnya