bahan-pangan-di-pasar-mayestik-aman-untuk-dikonsumsi

Bahan pangan yang dijual di Pasar Mayestik aman untuk dikonsumsi. Hal tersebut terungkap setelah Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kota Administrasi Jakarta Selatan, melakukan pengecekan terhadap bahan pangan yang ada di pasar tersebut, Selasa (3/3). Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Selatan Muhlisin yang memimpin monitoring pangan menuturkan, keamanan pangan di Pasar Mayestik terjamin usai hasil laboratorium dari BPOM dan Sudin KPKP, menunjukan bahwa pangan yang diperiksa negatif dari bahan berbahaya seperti boraks dan Rhodamin B.

"Ini pasar cukup bersih, konsumen nyaman. Tadi sudah cek ke mobil lab, mobil BPOM allhamdulilah negatif. Artinya aman untuk dikonsumsi. Di pasar ini, dari segi keamanan untuk dikonsumsi lebih terpercaya," ujarnya yang didampingi Kasudin KPKP Jakarta Selatan Hasudungan. Mukhlisin juga menambahkan, pengamatan di lokasi tadi tidak ada kenaikan harga untuk sejumlah bahan pokok. Namun permintaan cukup tinggi bagi sejumlah komoditas. "Permintaan cukup tinggi untuk bawang bombay dan temulawak," tambahnya.

Mukhlisin juga menyikapi beberapa isu nasional yang disinyalir berdampak pada sisi ekonomi di Jakarta Selatan. "Sementara ini belum ada dampak ekonomi di Jakarta Selatan dari penetapan dua warga yang terkena virus corona. Antisipasi dari pemkot (pemerintah kota) nanti  ada alat pengukur panas. Pokoknya yang tempat orang banyak akan dipasang alat tadi," katanya. Merebaknya virus corona mendatangkan untung bagi pedagang jamu. Pemilik Toko Jamu Ibu Hadi, Budi Susilowati mengaku banyak permintaan kunyit dan temulawak. "Tidak seperti hari biasanya, hari ini bener-bener banyak banget permintaannya. Mungkin orang liat dari berita soal corona, akhirnya banyak permintaan jamu," jelasnya.

Budi menuturkan, saking banyaknya pemesan, bahkan warga banyak yang sudah melakukan pembayaran di muka. Selain itu, Budi juga menambahkan, permintaan dua bahan tersebut lebih banyak hari ini dibandingkan hari kemarin. "Biasanya membuka toko pukul 08.00 WIB dan tutup jam 14.30 WIB. Namun pukul 10.30 WIB tadi, jamu jualannya sudah habis. Stok bahan kita sudah banyak, untuk bahan ga ada kekurangan. Walaupun banyak permintaan kita gak naikin harga, katanya aji mumpung gitu, kita tetap pakai harga biasa," tandasnya.