Organisasi Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT), ingin membentuk Kelompok Siaga Bencana (KSB) di setiap kelurahan wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel). Pembentukan ini sebagai bentuk management disaster bagi masyarakat, apabila terjadi bencana di wilayah masing-masing. Keinginan pembentukan KSB ini diungkapkan oleh perwakilan ACT, Ubaidillah, saat Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan beraudiensi dengan pihaknya di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Senin (24/2).
"Program Siaga Bencana penting bagi kita khususnya sebagai lembaga yang konsen di bidang kemanusiaan, untuk membentuk Kelompok Siaga Bencana bersama dengan pemerintah setempat," ujarnya. Ubaidillah menyampaikan, Kelompok Siaga Bencana ini nantinya terdiri dari 25 orang anggota di setiap kelurahan, yang sudah dibekali basic skill terkait kesiap-siagaan bencana seperti water rescue, medical emergency, manajemen posko, logistik dan pengungsi.
"Peserta dibekali skill taktis serta mampu melakukan aksi emergency response ketika terjadi bencana alam tanpa harus menunggu tim evakuasi. Sehingga setiap Kelompok Siaga Bencana akan memiliki knowledge serta kesadaran terhadap mitigasi bencana," ucapnya. Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji yang memimpin audiensi mengatakan, dirinya menyambut baik kegiatan tersebut. Terlebih, Isnawa melihat kegiatan ini dapat membagi peran setiap warga dalam menghadapi bencana alam.
"Jadi misalnya dulu ada warga yang merupakan pensiunan damkar, nah mereka bisa terlibat lagi dalam kegiatan ini. Sehingga dalam memberikan pelatihannya pun bisa menjadi lebih spesifik," tandasnya. Isnawa pun mengucapkan terima kasih kepada ACT yang sudah menunjukkan kepedulian terhadap penanganan bencana di wilayah Jakarta Selatan. "Terima kasih kepada ACT yang telah peduli. Kelompok Siaga Bencana ini juga bisa menjadi bentuk kolaborasi kita, dalam menangani bencana yang terjadi di Jakarta Selatan,” tandasnya.
"Program Siaga Bencana penting bagi kita khususnya sebagai lembaga yang konsen di bidang kemanusiaan, untuk membentuk Kelompok Siaga Bencana bersama dengan pemerintah setempat," ujarnya. Ubaidillah menyampaikan, Kelompok Siaga Bencana ini nantinya terdiri dari 25 orang anggota di setiap kelurahan, yang sudah dibekali basic skill terkait kesiap-siagaan bencana seperti water rescue, medical emergency, manajemen posko, logistik dan pengungsi.
"Peserta dibekali skill taktis serta mampu melakukan aksi emergency response ketika terjadi bencana alam tanpa harus menunggu tim evakuasi. Sehingga setiap Kelompok Siaga Bencana akan memiliki knowledge serta kesadaran terhadap mitigasi bencana," ucapnya. Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji yang memimpin audiensi mengatakan, dirinya menyambut baik kegiatan tersebut. Terlebih, Isnawa melihat kegiatan ini dapat membagi peran setiap warga dalam menghadapi bencana alam.
"Jadi misalnya dulu ada warga yang merupakan pensiunan damkar, nah mereka bisa terlibat lagi dalam kegiatan ini. Sehingga dalam memberikan pelatihannya pun bisa menjadi lebih spesifik," tandasnya. Isnawa pun mengucapkan terima kasih kepada ACT yang sudah menunjukkan kepedulian terhadap penanganan bencana di wilayah Jakarta Selatan. "Terima kasih kepada ACT yang telah peduli. Kelompok Siaga Bencana ini juga bisa menjadi bentuk kolaborasi kita, dalam menangani bencana yang terjadi di Jakarta Selatan,” tandasnya.