Jakarta Selatan - Walikota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, bersama jajarannya menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Kecamatan Pancoran, di Kantor Kecamatan Pancoran, Kamis (6/8). Pertemuan tersebut berfokus pada evaluasi program strategis daerah, penguatan pengelolaan sampah, hingga kesiapan menghadapi musim kemarau.
Walikota Syafrin menyampaikan, Rakorwil ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali berbagai arahan serta program strategis yang telah diinstruksikan oleh Gubernur DKI Jakarta. Salah satu fokus utama yang ditekankan yakni optimalisasi Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pengelolaan dan Pemilahan Sampah dari Sumbernya.
"Kami terus melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang masih kurang selama masa implementasi sejak 1 Agustus lalu. Sementara untuk aspek-aspek yang sudah berjalan baik akan terus kita tingkatkan," ujarnya.
Ia pun mengimbau seluruh petugas di lapangan untuk gencar melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat. "Penting sekali sosialisasi kepada warga agar tidak membakar sampah sembarangan dan selalu waspada terhadap potensi kebakaran demi meminimalkan risiko," tegasnya.
Terkait kenyamanan dan ketertiban kota, Syafrin menginstruksikan jajaran terkait untuk rutin hadir mengurai kemacetan di persimpangan jalan serta titik-titik rawan kemacetan. Penguatan peran “Tiga Pilar” di setiap wilayah juga terus ditingkatkan demi menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat.
"Harapan kami, pelaksanaan Rakorwil ini dapat menjadi sarana evaluasi terhadap berbagai capaian sebelumnya. Dari hasil evaluasi, kita tingkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menuntaskan persoalan infrastruktur melalui kolaborasi seluruh pihak terkait," ucapnya.
Sementara itu, Camat Pancoran, Iqbal Idham Ramid, menjelaskan, terkait permasalahan sampah, khususnya pembuangan sampah liar yang marak di wilayah Kecamatan Pancoran, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pemebersihan cepat di titik-titik rawan.
Kemudian mengenai permasalahan wilayah, pihaknya sudah melakukan penanganan sekitar 180 Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir liar di kawasan Kalibata City terus menjadi fokus penataan. "Kami telah berkoordinasi dengan tingkat provinsi serta menyiagakan barrier sepanjang 178 meter di lokasi. Pengawasan ketat akan terus dilalukan guna mengantisipasi oknum yang berupaya memanfaatkan celah untuk kembali berjualan secara ilegal," tuturnya.