Walikota-Syafrin-Ajak-ASN-Kelola-Kesehatan-Dengan-CERDIK

Jakarta Selatan – Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kota Jakarta Selatan untuk mengelola kesehatan sehari-hari dengan menerapkankan pendekatan “CERDIK”, yaitu Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet Seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stes. Hal tersebut disampaikan Walikota Syafrin saat membuka Seminar Promosi Kesehatan bagi pegawai di lingkungan Kota Jakarta Selatan, di Ruang Dirgantara, Kantor Walikota Jakarta Selatan, Jumat (18/9).

“Dalam seminar ini, para peserta diajak mengenali dan menerapkan pendekatan CERDIK untuk mengelola kesehatan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menyampaikan, kesehatan seorang ASN bukanlah sekadar urusan pribadi, melainkan kunci utama agar roda pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dapat berjalan dengan prima.

"Saya juga menekankan pentingnya penerapan pola makan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Pola ini menganjurkan perbanyakan konsumsi sayur, buah, biji-bijian, serta protein sehat, sambil membatasi asupan garam, makanan tinggi lemak, serta mengurangi makanan olahan dan junk food instan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai Provinsi DKI Jakarta, Dwian Andhika, mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian promosi kesehatan kelima dari total delapan rencana kegiatan sepanjang tahun 2026. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah diselenggarakan di berbagai gedung walikota dan dinas teknis di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

"Jadi, tujuannya untuk meningkatkan kesadaran aparatur sipil negara (ASN) akan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental demi mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat," bebernya.

Dengan mengangkat tema utama hipertensi dan gizi, Dwian menjelaskan, bahwa langkah ini diambil menyusul hasil cek kesehatan gratis terhadap hampir 2.200 pegawai di lingkungan Kota Jakarta Selatan. Dari pemeriksaan tersebut, tercatat tiga masalah kesehatan yang cukup menonjol di kalangan pegawai, yakni tingginya tingkat obesitas atau kegemukan, kurangnya aktivitas fisik, serta tekanan darah tinggi.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap pegawai semakin sadar dan tidak ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, mengingat prinsip pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan yang terlambat," tambahnya.