Jakarta Selatan - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) menggelar Forum Diskusi bertajuk "Ngobrol Pintar Cegah Tawuran" (Ngopi Cetar) di Ruang Antasari, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (19/8).
Wakil Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim, menyampaikan, fenomena tawuran saat ini tidak hanya berdampak pada fisik atau merenggut nyawa, tetapi juga merusak moral serta masa depan generasi muda. Krisis identitas pada remaja yang dipicu oleh pengaruh globalisasi dan media sosial menjadi akar permasalahan utama.
"Media sosial yang sejatinya diciptakan sebagai alat komunikasi kini menjelma menjadi pedang bermata dua," ujarnya.
Ia menambahkan, deteksi dini di ruang digital tidak akan berjalan optimal tanpa adanya ketahanan dari lingkungan terdekat. Melalui gerakan "Jaga Jakarta", pencegahan mendasar harus dimulai dari tingkat keluarga sebagai benteng utama pertahanan anak.
"Saya minta peran orang tua, pengurus lingkungan dan sinergitas lintas sektor menjadi motor penggerak untuk memetakan titik rawan konflik. Sehingga, antisipasi terkait tawuran bisa dicegah sejak dini," katanya.
Sementara itu, Ketua Subkelompok Kewaspadaan Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Selatan, Shindy Pranata Umar, mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta meliputi, forum tingkat kota, Duta Purna Paskibraka Indonesia, Karang Taruna, lembaga kemasyarakatan, serta perwakilan pengurus lingkungan se-Kecamatan Pancoran.
"Melalui sinergi lintas elemen masyarakat ini, Pemkot Jakarta Selatan berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, serta bebas dari aksi tawuran antarwarga maupun antarpelajar," ucapnya.