Tim-Verlap-Proklim-Tingkat-DKI-Tinjau-RW-01-Duren-Tiga

Jakarta Selatan - Tim Verifikasi Lapangan (Verlap) Program Kampung Iklim (Proklim) Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 melakukan penilaian dan peninjauan langsung aksi adaptasi serta mitigasi perubahan iklim di RW 01, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (24/8).

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan, Mukhlisin, mengatakan, RW 01 Kelurahan Duren Tiga telah menjalankan berbagai langkah nyata adaptasi perubahan iklim. Upaya tersebut mencakup Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pengendalian Banjir melalui pemanenan air hujan, pembuatan lubang biopori, peresapan air, penghematan air, serta penyiapan sarana prasarana pendukung.

"Peningkatan ketahanan pangan juga digalakkan melalui pemanfaatan pekarangan dan lorong pemukiman lewat urban farming serta instalasi hidroponik. Selain itu, pengendalian penyakit terkait iklim diperkuat oleh keaktifan kader Posyandu, Jumantik dan pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)," tuturnya.

Ia menyampaikan, aksi mitigasi lingkungan juga dilakukan secara konsisten melalui pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah tangga, pemanfaatan pencahayaan alami, penggunaan lampu hemat energi LED, hingga penghijauan intensif di lahan kosong dan sepanjang jalur lingkungan.

Mukhlisin mengaku optimistis dengan semangat kolaborasi warga dan pemerintah ini bisa mewujudkan lingkungan yang sehat, nyaman, asri dan berkelanjutan. "Penilaian ini diharapkan menjadi apresiasi sekaligus pemicu semangat warga untuk terus menjaga bumi," katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi Lapangan Proklim Tingkat Madya (Provinsi), Nahilul Huda, menuturkan, verifikasi ini bertujuan memotret langsung kondisi kesiapan warga dalam menghadapi dampak perubahan iklim di lapangan.

Nahilul memaparkan lima poin utama penilaian Proklim meliputi peningkatan ketahanan pangan; pengendalian kekeringan, banjir, dan longsor; pengelolaan sampah; sanitasi; serta kelembagaan atau administrasi pendukung.

"Di Gang Hijau ini kami mengecek tanaman pangan untuk memastikan kesiapan warga jika terjadi bencana iklim. Pada sektor mitigasi, kami memantau pemilahan dan pengolahan sampah agar tidak seluruhnya dibuang ke Bantargebang. Sektor energi juga ditinjau, mulai dari penggunaan lampu LED hingga pemanfaatan panel surya bagi warga yang mampu," tambahnya.