Jakarta Selatan - Tim Verifikasi Lapangan (Verlap) Program Komunitas untuk Iklim (Proklim) melakukan verifikasi lapangan di RW 02, Kelurahan Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, tepatnya di Kelompok Tani Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Hidroponik Generik.
"Di sini yang sangat menonjol adalah kegiatan hidroponik sampai dengan 10.000 lubang tanam, ini kan luar biasa. Terlebih ada warga juga manfaatkan lokasi ini bagi mahasiswa dan sekolah-sekolah yang ingin magang atau belajar," ujar Ketua Tim Juri Verifikator Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Susi Andriani, Selasa (28/7).
Susi menuturkan, kalau untuk penilaian pada sebuah RW Proklim itu utamanya ada tiga. Pertama, dari sisi mitigasi perubahan iklim, ini terkait dengan upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Kemudian juga ada kegiatan ketahanan pangan melalui urban farming yang termasuk dalam adaptasi perubahan iklim.
"Di sini pun upaya untuk pengendalian banjir dan sampah juga sudah ada dengan membangun sumur resapan, bahkan ada juga biopori jumbo. Kemudian juga ada penanggulangan penurapan di sisi kiri-kanan sungainya. Nah, ini adalah bagian dari upaya untuk adaptasi perubahan iklim," ucapnya.
Terkait kelembagaan, lanjut Susi, lembaga di sini mulai dari pengurus lingkungan hingga kader-kader lingkungan juga perannya sangat penting. Sehingga keberlanjutan dari aksi-aksi yang sudah ada itu tetap terjaga. "Ya mudah-mudahan ini akan menghasilkan nilai yang terbaik nantinya, sehingga wilayah ini bisa dinobatkan sebagai Proklim Utama," katanya.
Sementara itu, Lurah Petukangan Selatan, Achmad Syarief menjelaskan, saat ini di wilayah Petukangan Selatan sedang ada proses penilaian untuk Proklim Utama di RW 02, sedangkan Proklim Lestari ada di RW 08.
"Saya berpesan, warga untuk terus melakukan kegiatan yang positif di lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan lainnya, sehingga lingkungan tetap lestari," ucapnya.