Jakarta Selatan - Tim Penilaian Kampung Siaga Tuberkulosis (TB) yang terdiri dari Suku Dinas Kesehatan dan TP PKK Jakarta Selatan mengunjungi Kampung TB RW 01 Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (19/8). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka melakukan penilaian lapangan Kampung Siaga TB.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Camat Kebayoran Lama, Satia, Lurah Grogol Selatan, Andy Nurcahya, Kepala Puskesmas Kecamatan Kebayoran Lama, Avy Permata Sari dan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Sudinkes Jakarta Selatan, Fitria Ramdhitabudi.
Fitria Ramdhitabudi, mengatakan, selain di Kelurahan Grogol Selatan, Tim Penilaian Kampung Siaga TB juga melakukan peninjauan lapangan di Kampung Siaga TB RW 03 Cipete Selatan. Dua wilayah tersebut merupakan kampung yang telah ditetapkan sebagai Kampung TB dan tengah bersaing menjadi kampung TB kriteria Terbaik tahun 2025.
Tujuan utama dibentuknya Kampung Siaga TBC yaitu menciptakan desa/kelurahan bebas TBC dengan membentuk masyarakat desa/kelurahan yang peduli, tanggap dan mampu mencegah serta menanggulangi TBC dalam rangka mencapai eliminasi TBC di 2030.
Adapun indikator dalam penilaian Kampung Siaga TB, lanjut Dhita, diantaranya yaitu kebijakan dari masing-masing wilayah, artinya bagaimana RT/RW membuat kebijakan terkait Kampung Siaga TB, lalu penyediaan sarana prasarana yang mendukung dalam penanggulangan TB, serta penemuan kasus.
"Harapannya (dari Kampung Siaga TB) adalah warga bisa siap siaga ketika menemukan penderita TB, apabila ada yang sakit itu bisa segera dilaporkan dan warga juga bisa mengedukasi terkait pencegahan TB," katanya.
Ia menjelaskan, jumlah Kampung Siaga TB di Jakarta Selatan sudah ada 130 Kampung yang tersebar di seluruh kelurahan, rata-rata satu kelurahan sudah memiliki dua Kampung Siaga TB. "Semoga dengan adanya kampung siaga TB ini, warga masyarakat di Jakarta khususnya Jakarta Selatan terbebas dari penyakit TB," pungkasnya.