Jakarta Selatan - Suku Dinas (Sudin) Perpustakaan dan Kearsipan (Pusip) Jakarta Selatan (Jaksel) memberikan penghargaan Penilaian Perpustakaan Sekolah/Madrasah Jenjang SD/Madrasah Ibtidaiyah dan SMP/Madrasah tsanawiyah Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan Tahun Anggaran 2025 di Kantor Sudin Pusip Jaksel, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (28/5).
Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Selatan, Johnny Sotar, mengatakan, penilaian perpustakaan ini adalah bentuk apresiasi terhadap sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah yang telah berkomitmen untuk mengelola perpustakaan dengan baik dan kreatif.
"Penilaian ini juga merupakan ajang untuk saling berbagi pengalaman dan inovasi dalam pengelolaan perpustakaan yang dapat dijadikan inspirasi bagi sekolah lain dalam mengembangkan program-program literasi di lingkungan masing-masing," ujarnya.
Ia menyampaikan, pada penilaian perpustakaan kali ini yang keluar sebagai juara satu tingkat SD adalah Perpustakaan Lentera Ilmu SDN Cipedak 03, juara dua SDIT Darul Ulum dan juara ketiga Perpustakaan SDN Kalibata 11.
Untuk tingkat SMP, juara satu jatuh pada Perpustakaan SMP Yasporbi II Jakarta, juara dua Perpustakaan SMPN 218 Jakarta dan juara ketiga Perpustakaan Bj Habibie SMP Bakti Mulya 400 Jakarta.
"Juara dalam kegiatan ini mendapatkan uang pembinaan senilai Rp. 6.000.000 hingga Rp. 10.000.000," terangnya.
Johnny mengucapkan, terima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para peserta lomba, terutama para kepala perpustakaan dan para pengelola perpustakaan di masing-masing sekolah yang telah berupaya maksimal dalam mengembangkan dan mengelola perpustakaan di lingkungan mereka.
"Saya yakin, meskipun tidak semua dapat meraih penghargaan, namun setiap partisipasi adalah sebuah langkah besar menuju peningkatan kualitas pendidikan dan literasi di Jakarta Selatan," tambahnya.
Untuk diketahui, lomba menitikberatkan pada sejumlah kriteria, antara lain penguatan peran perpustakaan sebagai pusat pengembangan diri, penerapan tata tertib yang konsisten, inovasi program literasi baca-tulis, hingga desain tata ruang yang rekreatif serta mendukung kenyamanan belajar.
Selain itu, peserta lomba juga dinilai berdasarkan kreativitas dalam menginisiasi program literasi, kolaborasi dengan guru dan orang tua, serta kelengkapan bukti dukung berupa laporan kegiatan, dokumentasi, hingga hasil karya siswa.
Juara pemenang lomba kali ini unggul dalam inovasi program literasi, desain tata ruang yang menarik dan mendukung kenyamanan belajar, serta semangat kolaborasi antar guru dan pengelola perpustakaan yang solid. Hal tersebut menjadikan peran perpustakaan dalam mendukung pembelajaran berjalan cukup efektif dan menjadi teladan bagi sekolah lainnya.