Respon-Masalah-Viral-di-Pondok-Pinang-Kecamatan-Kebayoran-Lama-Gelar-Pertemuan

Jakarta Selatan - Kecamatan Kebayoran Lama menggelar pertemuan antara tokoh masyarakat, pengurus RT, RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), hingga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Selatan, di Kantor Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Selasa (6/10) sore.

Pertemuan ini diinisiasi langsung oleh Camat Kebayoran Lama, Mustopa, didampingi Polsek Kebayoran Lama dan jajaran Kelurahan Pondok Pinang guna meluruskan narasi terkait kegiatan masyarakat yang sempat viral di media sosial.

?Mustopa, mengatakan, insiden yang memicu keresahan warga tersebut murni disebabkan oleh kendala regulasi waktu dan penggunaan kembang api hingga tengah malam, bukan dipicu oleh isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

?"Kegiatan yang sempat viral beberapa hari yang lalu itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan SARA. Permasalahannya terletak pada regulasi kegiatan yang diselenggarakan terlalu malam serta penggunaan petasan atau kembang api yang mengganggu kenyamanan warga sekitar," ujarnya.

?Sebagai langkah tindak lanjut, Mustopa meminta, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk menerbitkan imbauan resmi terkait batasan waktu pelaksanaan acara syiar keagamaan. Kegiatan keagamaan tetap didorong untuk terus berjalan, namun penggunaan kembang api atau petasan disepakati agar dibatasi maksimal lima menit setelah salat Isya atau sekitar pukul 20.00 WIB sebelum dilanjutkan dengan kegiatan ibadah seperti selawat.

Selain itu, tambah Mustopa, Kepolisian juga tadi mengingatkan pentingnya perizinan dalam setiap acara yang melibatkan massa. Panitia penyelenggara kegiatan tersebut telah menyampaikan permohonan maaf dan mengakui kekeliruan dalam pelaksanaan acara.

?"Evaluasi utamanya adalah pemberitahuan izin. Kegiatan apa pun yang melibatkan masyarakat banyak, baik acara keagamaan maupun peringatan hari besar seperti HUT RI, wajib memiliki izin resmi dari kepolisian," tegasnya.

?Sementara, Ketua FKUB Kota Jakarta Selatan, Djawahir Tantowi menyambut positif langkah responsif yang diambil oleh pihak kecamatan. FKUB mengapresiasi upaya penyatuan persepsi ini untuk menjaga ketenteraman dan toleransi di wilayah Kebayoran Lama.

"Kami juga menegaskan komitmen untuk lebih berhati-hati dan memperkuat koordinasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang," tandasnya.