RW-05-Pela-Mampang-Raih-Juara-1-Kampung-Siaga-TBC

Jakarta Selatan - Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) menggelar Apresiasi Penilaian Kampung Siaga TBC Kota Jakarta Selatan Tahun 2026 di Ruang Gelatik Utama Kantor Walikota Jakarta Selatan, Selasa (20/10).

Hasil dari Penilaian Kampung Siaga TBC Tingkat Kota Jakarta Selatan 2026, Juara 1 diraih RW 05, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan. Juara 2, RW 05, Kelurahan Cipete Selatan, Kecamatan Cilandak dan Juara 3, RW 09, Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan. Kemudian Juara Harapan 1, RW 13, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet dan Juara Harapan 2, RW 01, Kelurahan Cikoko, Kecamatan Pancoran.

Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono, menjelaskan, pada 2026 setiap kelurahan ditargetkan membentuk minimal dua RW sebagai Kampung Siaga TBC. Dengan demikian, terhitung sejak 2025 hingga 2026, Jakarta Selatan telah memiliki 260 Kampung Siaga TBC dan di setiap kelurahan rata-rata memiliki empat Kampung Siaga TBC.

Tomy berharap, adanya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan, pihak swasta, hingga unsur masyarakat seperti RT, RW dan para kader dapat mempercepat proses penanganan dan pengentasan kasus TBC.

"Para camat dan lurah diharapkan terus melakukan monitoring dan evaluasi. Kami juga mendorong pembentukan Kampung Siaga TBC di RW lainnya, sehingga nantinya seluruh RW di Jakarta Selatan menjadi Kampung Siaga TBC," ungkapnya.

Sementara itu, Kasudin Kesehatan Jakarta Selatan, Debi Intan Suri, menyampaikan, bahwa Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan lintas sektor secara berkelanjutan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan hingga 12 Oktober 2026, tercatat 8.662 kasus TBC telah ditemukan di wilayah Jakarta Selatan.

"Penanggulangan TBC bukan semata-mata urusan Puskesmas atau tenaga kesehatan. Diperlukan dukungan dari Kecamatan, Kelurahan, RT/RW, kader, keluarga, hingga tokoh masyarakat untuk mendorong deteksi dini, mendukung keberhasilan pengobatan, serta mengurangi stigma terhadap pasien TBC," katanya.

Rangkaian penilaian Kampung Siaga TBC Tahun 2026 melibatkan perwakilan dari 10 kecamatan se-Jakarta Selatan. Proses evaluasi tidak hanya menitikberatkan pada kelengkapan administrasi, tetapi juga menilai komitmen pemangku wilayah, inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta verifikasi lapangan pada tiga KST terbaik. 

"Dari hasil verifikasi dan evaluasi menyeluruh, telah ditetapkan lima Kampung Siaga TBC terbaik yang menerima penghargaan resmi dari Walikota Jakarta Selatan. Pemberian penghargaan ini bertujuan untuk memotivasi serta membagikan praktik terbaiknya agar dapat direplikasi oleh wilayah lain," tambahnya.