Jakarta Selatan – Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) mengikuti Pelatihan Basic Life Support (BLS) dan Sosialisasi Penggunaan Automated External Defibrillator (AED), di Ruang Dirgantara, Kantor Walikota Jakarta Selatan, Kamis (9/10).
Untuk diketahui, BLS merupakan serangkaian tindakan awal untuk menolong orang yang mengalami henti jantung atau henti napas. Kemudian, AED adalah alat medis otomatis yang dirancang untuk memberikan kejutan listrik ke jantung untuk mengembalikan ritme normalnya pada seseorang yang mengalami henti jantung.
Pada acara tersebut, narasumber yang dihadirkan dari PT Mitra Insan Cerdik, Eko Supriyanto dan Kusnanto.
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono, mengatakan, dalam situasi darurat medis detik-detik pertama sangat menentukan keselamatan jiwa seseorang.
“Karena itu pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai pertolongan pertama menjadi sangat penting, terutama bagi kita sebagai aparatur negara yang juga dituntut sigap dan tanggap dalam situasi darurat," tuturnya.
Tomy menuturkan, Pemkot Jakarta Selatan berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya, termasuk dalam hal kesiapsiagaan medis. "Semoga ilmu dan keterampilan yang didapat hari ini dapat memberikan manfaat yang luas, tidak hanya di lingkungan kantor, tetapi juga di masyarakat," katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai DKI Jakarta, Dwian Andhika menjelaskan, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya peningkatan pengetahuan tentang Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan penggunaan AED dengan baik dan benar.
"Intinya kami ingin mengajak 30 peserta perwakilan dari OPD ini untuk mengerti kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi gawat darurat salah satunya henti jantung," tandasnya.