Jakarta Selatan – Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo memimpin Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan di Ruang Rapat Antasari Kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Kamis (20/8). Walikota Syafrin menekankan tiga poin utama yang menjadi fokus perhatian seluruh unit kerja, mulai dari penguatan kerja sama lintas sektor, kelaikan bangunan gedung, hingga kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit.
Poin pertama, lanjut Walikota Syafrin, pentingnya memperkuat sinergi dan kolaborasi antar instansi. Menurut Syafrin, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder).
"Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama agar pelayanan publik dapat terus ditingkatkan. Langkah ini juga diharapkan mampu menjawab harapan warga akan respons cepat (quick response) terhadap setiap dinamika dan permasalahan yang muncul di lapangan," ujar Walikota Syafrin.
Selanjutnya, Syafrin menginstruksikan pemeriksaan dokumen kelaikan bangunan, khususnya Sertifikat Layak Fungsi (SLF) di seluruh gedung instansi pemerintah, karena hal ini mengingat banyak bangunan kantor pemerintah kota, kecamatan, hingga Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) di wilayah Jakarta Selatan yang sudah berdiri sejak lama.
"Peninjauan dan pembaruan SLF dipandang perlu guna memastikan keamanan seluruh fasilitas operasional. Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan kekurangan, penanganan dan perbaikan fisik diminta untuk segera dilakukan demi menjamin keselamatan para pegawai maupun masyarakat yang berkunjung," ucapnya.
Terakhir, ia meminta seluruh jajaran untuk memperketat penanganan potensi penularan Demam Berdarah Dengue (DBD). Penanganan DBD diimbau untuk dilakukan secara terpadu dengan mengoptimalkan peran kader Dasawisma sebagai ujung tombak sosialisasi dan edukasi pencegahan di lingkungan warga.
"Para camat dan lurah diminta mengaktifkan kembali kewaspadaan terhadap perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Langkah pencegahan ini juga perlu didukung dengan pelaksanaan pengasapan (fogging) secara terarah agar potensi penyebaran penyakit dapat ditekan dan dituntaskan secara bersama-sama," tambahnya.
Dalam rapat turut hadir, Wakil Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim dan Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan, Mukhlisin, para asisten, pimpinan UKPD, para camat dan lurah di lingkungan Kota Administrasi Jakarta Selatan.