Jakarta Selatan - Petugas gabungan bergerak cepat menangani tembok rumah yang roboh di Jalan Samali Ujung I, RT 013 dan RT 011 RW 04, Kelurahan Pejaten Barat, Kecamatan Pasar Minggu.
Lurah Pejaten Barat, Yudi Setia Prawira, mengatakan, tembok yang roboh akibat struktur tanah yang labil tersebut terjadi pada Selasa (17/2) kemarin, sekitar pukul 18.30 WIB.
"Setelah mendapatkan informasi, kami langsung menerjunkan PPSU dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melakukan penanganan sementara," ujar Yudi, Rabu (18/2).
Ia menjelaskan, reruntuhan tembok yang juga menyebabkan aliran saluran penghubung Astagina serta tiga rumah terdampak ini cepat ditangani oleh 20 personel gabungan dari PPSU, BPBD, Satpol PP dan Sudin Gulkarmat Jaksel, serta dibantu oleh warga.
"Penanganan sementara sudah dilakukan, tinggal nantinya pengurus lingkungan dan warga pemilik bangunan yang terdampak melakukan mediasi terkait penyelesaian permasalahan tersebut," ucapnya.
Sementara itu, Komandan Pleton BPBD Wilayah Jakarta Selatan, Muhammad Nur, menambahkan, tembok milik salah satu warga sepanjang sembilan meter dengan tinggi lima meter yang roboh tersebut, sudah dilakukan penanganan sementara dengan ditutup menggunakan terpal agar reruntuhan tidak menutup saluran Phb.
Kemudian, untuk penanganan lanjutan terkait puing yang menutup saluran air, pihak kelurahan setempat sudah melakukan koordinasi dalam pembersihan lebih lanjut, mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabi, dikhawatirkan debit air meningkat.
"Tidak ada korban jiwa dan pengungsi dalam kejadian ini. Warga sekitar diimbau untuk terus berhati-hati, terutama saat hujan turun mengguyur wilayahnya," tandasnya.