Jakarta Selatan - Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, Pimpin Upacara sekaligus Tabur Bunga di Makam Bung Hatta, Komplek Makam Pahlawan Bung Hatta, TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (16/9). Ziarah tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI).
Walikota Syafrin, mengatakan, kegiatan ziarah makam Bung Hatta ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Indonesia serta untuk mengenang jasa beliau sebagai Bapak Proklamator sekaligus Bapak PMI Indonesia.
Berkaitan dengan momentum HUT PMI, Syafrin memberikan beberapa catatan dan masukan penting untuk perkembangan organisasi ke depan, diantaranya, PMI saat ini perlu melakukan penyesuaian dengan perkembangan teknologi dan informasi.
"Mengingat masyarakat sudah semakin melek teknologi, PMI harus mampu merangkul kaum milenial dengan memanfaatkan platform digital agar mereka memahami sejarah dan alasan Bung Hatta mendirikan PMI," ucapnya.
Kemudian, PMI harus turun langsung ke masyarakat menjelaskan kepada seluruh warga bahwa kontribusi PMI tidak hanya terbatas pada penyediaan darah bagi yang membutuhkan, tetapi juga selalu hadir di setiap lokasi potensi bencana.
Sehingga, lanjut Syafrin, terkait bulan dana PMI, masyarakat nantinya tidak menunggu hingga memiliki dana yang besar untuk berpartisipasi. “Kontribusi sekecil apapun, jika dilakukan secara kolektif dan kolegial, akan menjadi besar dan memberikan banyak manfaat bagi para korban bencana, seperti yang juga telah dilakukan pada beberapa kasus kebakaran di Jakarta,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PMI Jakarta Selatan, Mundari, menyebut, melalui kegiatan ini, teman-teman yang hadir diharapkan dapat lebih mengenal pendiri pertama Palang Merah Indonesia (PMI) yang juga merupakan seorang proklamator. Beliau dimakamkan di tempat tersebut atas permintaan beliau agar berada di tengah-tengah rakyat yang diperjuangkannya.
"Kami akan turun langsung ke masyarakat guna menumbuhkan kesadaran akan kemanusiaan. Sehingga, dengan pendekatan ini, masyarakat dapat lebih mengerti dan menyadari bahwa Palang Merah Indonesia selalu ada di tengah-tengah mereka," pungkasnya.