Jakarta Selatan - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) menggelar kerja bakti massal secara serentak di 65 kelurahan, Minggu (27/9). Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk memastikan seluruh infrastruktur pengendalian air, mulai dari saluran lingkungan hingga badan sungai, siap menghadapi musim penghujan.
Walikota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo memimpin pelaksanaan kerja bakti di Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan yang berfokus pada penanganan sedimentasi di Kali Mampang dan saluran air permukiman warga.
Kemudian Wakil Walikota Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim memimpin kerjabakti di Jalan Kemandoran II, RT 011 RW 03 Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan dan Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin memimpin kerja bakti di Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu.
Walikota Syafrin, mengatakan, tujuan kerja bakti ini adalah memastikan sebelum memasuki musim penghujan, seluruh sarana dan prasarana khususnya kesiapan saluran sudah paripurna.
"Di Kelurahan Kuningan Barat sendiri, pengerahan 300 petugas gabungan mencakup satuan tugas penanganan prasarana dari berbagai unsur," ujarnya.
Ia menuturkan, untuk memberikan contoh baik kepada masyarakat, aksi gotong royong ini melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Sekretariat Kota, kecamatan, kelurahan, hingga seluruh Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan Suku Dinas terkait.
Walikota Syafrin mengingatkan, pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Peningkatan curah hujan ekstrem setiap tahunnya harus diimbangi dengan partisipasi warga agar tidak membuang sampah sembarangan ke dalam saluran air maupun kali. Kami juga akan terus menggencarkan sosialisasi pengelolaan sampah mandiri mulai dari pemilahan sampah dari sumbernya hingga pengolahan kembali," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo menerangkan, pengerukan Kali Mampang dilakukan sepanjang 437 meter yang dimulai sejak 8 Agustus dan ditargetkan rampung pada 30 Oktober 2026mendatang.
"Saat ini pengerjaan telah mencapai 61 persen dengan total volume sedimen yang dikeruk mencapai sekitar 1.055 meter kubik," jelasnya.
Selain pengerukan saluran air, lanjut Santo, pembangunan turap di sekitar Kali Mampang juga dilakukan sejak 7 Juli 2026 lalu dengan volume lebih dari 400 meter, kini prosesnya telah mencapai progres 70 persen dan dijadwalkan selesai pada 4 Desember 2026. "Kami mengerahkan tiga unit alat berat serta lima unit dump truck untuk mengangkut hasil kerukan," tambahnya.