Pemkot-Jaksel-Bersama-BPJS-Ketenagakerjaan-DKI-Mulai-Program-PEKA

Jakarta Selatan - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) bersama Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta mulai melakukan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) bagi penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Acara yang menjadi bagian dari agenda nasional tersebut berlangsung di Ruang Antasari Kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan dan dihadiri 70 peserta atau ahli waris penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan.

Wakil Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim, mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan atas komitmen nyata dalam memberdayakan masyarakat, khususnya di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan inflasi saat ini.

"Program PEKA memberikan solusi konkret melalui pelatihan dan kolaborasi lintas sektor, seperti dengan Telkom untuk bantuan pemasaran. Ini adalah inti manfaat BPJS Ketenagakerjaan, tidak sekadar memberikan perlindungan jaminan sosial, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk bangkit dan berusaha secara mandiri," ujar Firmanuddin, Selasa (18/8).

Ia mengimbau, para peserta pelatihan yang merupakan UMKM binaan untuk lebih kreatif memanfaatkan peluang pasar, khususnya pada momen pesta rakyat dan lain sebagainya. "Saya mendorong pelaku UMKM untuk berinovasi. Jangan hanya fokus pada produk umum seperti kopi atau mi instan, tetapi coba hidupkan kembali produk tradisional khas Betawi yang mulai langka, seperti kue dongkal, kue rangi, kue sengkulun, hingga bir pletok," ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kanwil DKI Jakarta, Ady Hendrata, menyampaikan, bahwa Program PEKA mengusung strategi Value Beyond Protection. Pendekatan ini bertujuan mendampingi para pekerja dan keluarganya pascarisiko sosial-ekonomi agar dapat kembali produktif.

"Khusus di DKI Jakarta, program ini telah merangkul 406 penerima manfaat lewat berbagai program unggulan, mulai dari literasi keuangan, pelatihan Google AI, cooking class, hingga pelatihan merangkai buket bunga yang diikuti 70 peserta dari 20 kantor cabang hari ini," katanya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, lanjut Ady, nantinya jaringan kantor cabang berkomitmen memanfaatkan hasil karya peserta untuk berbagai agenda resmi mendatang.

"Pesan saya, seraplah ilmu sebanyak-banyaknya dan jangan ragu untuk terus berkolaborasi. Semoga ikhtiar bersama ini memberikan manfaat luas bagi kemandirian ekonomi kita semua," tandasnya.