Pemkot-Jaksel-Awasi-Pangan-Jelang-Idul-Fitri

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan (Jaksel) lakukan pengawasan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri, di Pasar Santa, Jalan Cipaku 1, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/3). Pengawasan pangan yang melibatkan Sudin KPKP Jaksel, Sudin PPKUKM, Sudin Kesehatan Jaksel dan BPOM DKI Jakarta tersebut dilakukan untuk memastikan pangan yang dijual tidak mengandung bahan berbahaya, dan aman untuk dikonsumsi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Selatan, Mukhlisin mengatakan, pengawasan pangan dilakukan dengan mengambil sampel pangan seperti, tahu, mie basah, makanan olahan lainnya, serta pangan perikanan.

Sampel yang langsung diambil oleh BPOM Provinsi DKI Jakarta tersebut, lanjut Mukhlisin, langsung dilakukan uji laboratorium dan hasilnya ditemukan beberapa pangan seperti, tahu, mie basah, dan pacara cina, mengandung formalin dan rhodamin B, serta untuk sample perikanan terbebas dari bahan campuran berbahaya.

"Untuk pedagangnya, Sudin terkait akan melakukan penelusuran asal usul makanan tersebut dan akan ditindak lebih lanjut," ucapnya.

Selain melakukan pengawasan pangan, Pemkot Jaksel juga dilakukan pemantauan harga, serta stok kebutuhan pokok pangan strategis menjelang lebaran.

Mukhlisin menuturkan, dalam pemantauan harga serta stok kebutuhan pokok pangan strategis menjelang lebaran di Pasar Santa, didapati harga masih terbilang cukup stabil.

"Untuk beras yang selama ini digadang-gadang akan naik, ternyata di lapangan masih stabil kisaran 13.500 rupiah untuk yang standar dan premium 21.000 rupiah," jelasnya.

Sementara, Kepala BPOM DKI Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar menuturkan, ada 20 sampel makanan yang yang diambil, hasilnya, dari pemeriksaan lab ditemukan lima jenis makan yang mengandung bahan berbahaya seperti Rormalin dan Rhodamin B.

"Formalin atau penggunaan rhodamin B yang biasa digunakan sebagai pewarna tekstil itu, akan berdampak buruk terhadap kesehatan tubuh, walaupun secara tidak langsung tapi akan berefek di kemudian hari, seperti pemicu terjadinya kanker," katanya.