Jakarta Selatan - Sekretaris Kota (Sekko) Administrasi Jakarta Selatan, Mukhlisin, membuka dialog publik terkait Peran Strategis Relawan Kesehatan dalam Penguatan Pasukan Putih sebagai Program Andalan Gubernur DKI Jakarta yang diselenggarakan Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, di Aula Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu, Rabu (22/7).
Untuk diketahui, Pasukan Putih merupakan program layanan kesehatan inovatif dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mendatangkan tenaga medis langsung ke rumah warga secara gratis. Program ini memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada warga yang memiliki keterbatasan mobilitas, seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, pasien dengan penyakit kronis, maupun masyarakat yang memerlukan perawatan berkelanjutan di rumah.
Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan, Mukhlisin, menyampaikan peran relawan kesehatan bukan hanya membantu memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi penghubung antara warga dengan fasilitas pelayanan kesehatan.
"Program ini mencerminkan bahwa pelayanan publik harus hadir secara cepat, tepat, inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Tidak semua warga mampu datang ke fasilitas kesehatan," katanya.
Mukhlisin, menuturkan, relawan kesehatan diharapkan turut berperan dalam melakukan edukasi mengenai pola hidup sehat, mengenali kondisi warga yang membutuhkan penanganan segera, mendampingi keluarga dalam proses pelayanan kesehatan, hingga memberikan dukungan moral kepada pasien dan keluarganya.
"Kehadiran relawan merupakan bentuk nyata semangat gotong royong yang telah menjadi karakter bangsa Indonesia. Nilai kepedulian, kebersamaan dan pengabdian inilah yang harus terus kita jaga dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang kesehatan," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Nasional Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, Agung Nugroho, menyampaikan, Rekan Indonesia siap menjadi mitra dalam memperkuat Pasukan Putih melalui edukasi kepada masyarakat, pendampingan pelayanan kesehatan, penguatan jejaring relawan, serta penyampaian aspirasi masyarakat sebagai bahan evaluasi kebijakan.
“Semoga dialog publik ini tidak hanya menjadi ruang untuk bertukar gagasan, tetapi juga melahirkan rekomendasi konkret dan kolaborasi yang berkelanjutan demi memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat Jakarta,” tambahnya.